Connect With Us

Waspada Heatsroke Akibat Cuaca Panas, Begini Cara Cegahnya

Fahrul Dwi Putra | Senin, 6 Mei 2024 | 08:01

Ilustrasi orang kepanasan karena cuaca (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Beberapa waktu belakangan ini kondisi cuaca di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Tangerang tengah dilanda panas cukup ekstrem.

Kondisi ini diprediksi masih akan berlangsung hingga Agustus atau September 2024 mendatang.

"Suhu panas di awal musim kemarau terjadi sampai dengan Agustus 2024, dengan beberapa lokasi bersuhu lebih dari 36 derajat celsius. Mohon hindari dehidrasi, heat exhaustion sampai penyebab terjadinya kematian," ungkap Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr Ngabila Salama, dikutip Senin, 6 Mei 2024.

Ngabila menjelaskan, ada beberapa dampak yang dialami saat terjadi cuaca panas ekstrem. Misalnya, dehidrasi, serangan panas, lemas, hilang fokus dan rusaknya permukaan kulit.

Untuk itu, terdapat beberapa langkah yang dilakukan untuk mencegah dampak buruk tersebut.

Salah satunya ialah dengan melakukan Gerakan Minum Air Putih Tanpa Menunggu Haus (Gerus), yakni meminum tiga sampai empat liter air atau setara dengan 12 sampai 16 gelas per hari.

Cara penerapannya ialah satu gelas air sebelum dan sesudah salat, satu sampai dua gelas air sesudah makan.

Kendati begitu, minuman seperti teh dan kopi tidak disarankan lantaran justru membuat tubuh mudah buang air kecil, sehingga cepat mengalami dehidrasi.

"Apalagi kalau ditambah gula, akan lebih berbahaya," tambahnya.

Adapun bagi yang mengalami gejala lemas dan keringat berlebih, dapat meminum oralit sesuai rekomendasi dokter. Sedangkan, untuk masalah kesehatan kulit dapat menyemprotkan wajah dengan air bersih jika kulit kering atau berubah warna jadi kemerahan.

Lanjutnya, konsumsi air putih dapat divariasikan dengan opsi lain seperti banyak memakan sayur dan buah yang kaya akan air seperti semangka, melon, pir atau apel, untuk memenuhi cairan tubuh sekaligus nutrisi.

Dia juga menyarankan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar mengenakan alat pelindung diri seperti payung, topi berdaun lebar, kacamata hitam, pelembap kulit, tabir surya (sunscreen) dan masker medis untuk menjaga kelembapan aliran napas.

"Jangan lupa pakailah baju berwarna cerah untuk memantulkan cahaya, alas kaki untuk mencegah luka atau melepuh dan bawa terus air minum, minum minimal 200 cc per jam," terangnya.

Masyarakat juga diimbau untuk segera berteduh dan segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat apabila suhu tubuh sudah di atas 37,5 derajat Celcius, tekanan darah naik, denyut nadi di atas normal bahkan pingsan.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

BANTEN
Atlet Pengidap Asma Tetap Bisa Berprestasi, Ini Kuncinya Menurut Dokter

Atlet Pengidap Asma Tetap Bisa Berprestasi, Ini Kuncinya Menurut Dokter

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:14

Latihan fisik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan atlet. Namun bagi yang memiliki asma, aktivitas dengan intensitas tinggi dapat memicu gangguan pernapasan yang berdampak langsung pada performa.

TANGSEL
KPK Geledah Safe House di Ciputat, Sita Koper Isi Rp5,19 Miliar Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

KPK Geledah Safe House di Ciputat, Sita Koper Isi Rp5,19 Miliar Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:16

Penyidik KPK menemukan lima koper berisi uang tunai senilai lebih dari Rp5,19 miliar yang disembunyikan di sebuah rumah aman (safe house) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill