Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com- Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meninjau Posko Utama Kelistrikan Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) di Kawasan Nusa Dua, Bali pada Minggu, 19 Mei 2024.
Dalam kunjungannya, Darmawan menegaskan komitmen PLN untuk memastikan pasokan listrik yang andal dan stabil demi suksesnya acara ini.
Menurut Darmawan, ajang ini menjadi kesempatan bagi PLN untuk turut menjaga nama baik Indonesia di mata dunia.
Untuk menjamin kelancaran pasokan listrik selama KTT WWF ke-10, PLN menetapkan masa siaga kelistrikan selama 10 hari penuh, mulai 15 hingga 25 Mei 2024.

Selama masa siaga ini, PLN menerjunkan 1.160 personel siaga yang siap mengawal kelancaran kelistrikan.
Selain itu, PLN menyiagakan sejumlah infrastruktur penting, termasuk 55 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 17 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 19 unit Genset.
Darmawan menyebut PLN telah berpengalaman dalam berbagai event internasional untuk menghadirkan layanan listrik.
"Kami berupaya memberikan layanan listrik selama KTT WWF ke-10 ini dapat andal dan tanpa kedip," ujar Darmawan.
Lanjut Darmawan, kesiapan 104 personel yang bersiaga pada 52 unit EV Charger untuk melayani 670 unit kendaraan yang akan digunakan oleh para delegasi dan panitia juga dipastikan.
Selama kunjungannya, Darmawan juga menyapa dan memastikan kondisi para personelnya yang bertugas di posko-posko siaga kelistrikan yang tersebar di lima lokasi venue dan 14 lokasi hotel.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGKantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menaikkan anggaran perbaikan rumah tidak layak huni pada tahun 2026 dari sebelumnya Rp71 juta menjadi Rp75 juta per unitnya.
Praktik fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga kini masih banyak ditemukan dalam berbagai urusan administrasi. Padahal, pemerintah menilai penggunaan fotokopi identitas tersebut sudah tidak lagi relevan di era digital.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews