KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Siloam Hospitals Lippo Village memperkenalkan Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS), sebuah metode operasi minimal invasif yang canggih untuk mengatasi masalah tulang belakang, salah satunya syaraf kejepit.
Dipimpin oleh dr. Jephtah Tobing, MD, B.Med.Sci(Hons),Sp.OT (K-Spine), spesialis bedah orthopaedi tulang belakang, prosedur ini menawarkan solusi inovatif bagi pasien dengan waktu pemulihan yang lebih singkat dan ketidaknyamanan yang minimal.
"Metode BESS telah merevolusi prosedur bedah tulang belakang, menggunakan pendekatan minimal invasif untuk menangani kondisi seperti hernia nukleus pulposus, stenosis atau penyempitan lubang saraf di tulang belakang, dan gangguan penuaan tulang belakang lainnya," katanya.
Tidak seperti operasi tulang belakang konvensional yang memerlukan sayatan besar, BESS hanya memerlukan dua sayatan kecil seukuran lubang kunci, yang memungkinkan dokter bedah memasukkan alat endoskopi khusus, untuk menargetkan dan mengobati area yang terkena dengan presisi.
"Pada metode lama, sayatannya lebar bisa mencapai 10 cm. Kalau metode BESS tidak sampai 1 cm dengan tingkat keakuratan tinggi," jelas dr. Jephtah Tobing.
Kelebihan lainnya dengan metode BESS, pasien akan mengalami rasa sakit yang lebih sedikit pascaoperasi, waktu pemulihan yang lebih cepat, dan masa rawat inap yang lebih singkat.
Sifat minimal invasif dari prosedur ini juga mengurangi risiko yang terkait dengan operasi tulang belakang konvensional, sehingga menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mencari penyembuhan efektif dengan gangguan minimal pada kehidupan sehari-hari.
"Dari pasien yang saya tangani itu H+1 setelah operasi sudah bisa jalan dan dalam 10 hari luka sudah sembuh," terang dr. Jephtah Tobing.
Adapun beberapa manfaat utama dari metode BESS meliputi:
• Mengurangi kerusakan jaringan dan kehilangan darah
• Minimalnya bekas luka
• Risiko komplikasi yang lebih rendah
• Pemulihan yang lebih cepat ke aktivitas normal
• Tidak ada implan atau pen yang ditinggal di dalam tubuh pasien
Penyebab dan Gejala Awal Syaraf Kejepit
Menurut dr. Jephtah Tobing penyebab saraf terjepit sangat bervariasi, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini, seperti cedera, peradangan, tekanan berulang pada area tertentu, atau masalah medis seperti hernia atau atau kista saraf.
"Umumnya, kondisi ini lebih umum terjadi pada orang dengan usia lanjut, pekerja yang melakukan gerakan berat, atau orang yang tidak aktif secara fisik," katanya.
Sedangkan beberapa gejala umum syaraf kejepit yakni rasa nyeri mulai dari punggung, kemudian mulai merasa ngilu atau kesemutan yang menjalar ke kaki.
"Kalau punggung sering nyeri itu sudah tanda-tanda. Biasanya sakitnya akan menjalar ke bokong, paha dan kaki. Jadi dari belakang ke depan, tergantung level kejepitnya," ujarnya.
Siloam Hospitals Lippo Village selalu berada di garis depan inovasi medis, menyediakan akses kepada pasien untuk perawatan kesehatan terkini.
"Penambahan BESS menegaskan komitmen kami untuk memberikan layanan berkualitas tinggi yang berfokus pada kenyamanan dan kesejahteraan pasien," ujar dr. Jephtah Tobing.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGAksi pemalakan meresahkan yang menimpa seorang pedagang Sate Padang Sektor 9 Group di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), viral di sosial media.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Swiss-Belhotel International memperingati hari jadi ke-39 pada 25 September 2026 dengan mengusung tema “Global Vision, Local Heart”.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews