Connect With Us

Cepat Pulih dan Minim Sakit, Biportal Endoscopic Spine Surgery Jadi Solusi Operasi Syaraf Kejepit

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 14 November 2024 | 19:59

dr. Jephtah Tobing, MD, B.Med.Sci(Hons),Sp.OT (K-Spine), Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Tulang Belakang Siloam Hospitals Lippo Village. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Siloam Hospitals Lippo Village memperkenalkan Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS), sebuah metode operasi minimal invasif yang canggih untuk mengatasi masalah tulang belakang, salah satunya syaraf kejepit.

Dipimpin oleh dr. Jephtah Tobing, MD, B.Med.Sci(Hons),Sp.OT (K-Spine), spesialis bedah orthopaedi tulang belakang, prosedur ini menawarkan solusi inovatif bagi pasien dengan waktu pemulihan yang lebih singkat dan ketidaknyamanan yang minimal.

"Metode BESS telah merevolusi prosedur bedah tulang belakang, menggunakan pendekatan minimal invasif untuk menangani kondisi seperti hernia nukleus pulposus, stenosis atau penyempitan lubang saraf di tulang belakang, dan gangguan penuaan tulang belakang lainnya," katanya.

Tidak seperti operasi tulang belakang konvensional yang memerlukan sayatan besar, BESS hanya memerlukan dua sayatan kecil seukuran lubang kunci, yang memungkinkan dokter bedah memasukkan alat endoskopi khusus, untuk menargetkan dan mengobati area yang terkena dengan presisi.

"Pada metode lama, sayatannya lebar bisa mencapai 10 cm. Kalau metode BESS tidak sampai 1 cm dengan tingkat keakuratan tinggi," jelas dr. Jephtah Tobing.

Kelebihan lainnya dengan metode BESS, pasien akan mengalami rasa sakit yang lebih sedikit pascaoperasi, waktu pemulihan yang lebih cepat, dan masa rawat inap yang lebih singkat.

Sifat minimal invasif dari prosedur ini juga mengurangi risiko yang terkait dengan operasi tulang belakang konvensional, sehingga menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mencari penyembuhan efektif dengan gangguan minimal pada kehidupan sehari-hari.

"Dari pasien yang saya tangani itu H+1 setelah operasi sudah bisa jalan dan dalam 10 hari luka sudah sembuh," terang dr. Jephtah Tobing.

 

Adapun beberapa manfaat utama dari metode BESS meliputi:

• Mengurangi kerusakan jaringan dan kehilangan darah

• Minimalnya bekas luka

• Risiko komplikasi yang lebih rendah

• Pemulihan yang lebih cepat ke aktivitas normal

• Tidak ada implan atau pen yang ditinggal di dalam tubuh pasien

 

Penyebab dan Gejala Awal Syaraf Kejepit

Menurut dr. Jephtah Tobing penyebab saraf terjepit sangat bervariasi, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini, seperti cedera, peradangan, tekanan berulang pada area tertentu, atau masalah medis seperti hernia atau atau kista saraf.

"Umumnya, kondisi ini lebih umum terjadi pada orang dengan usia lanjut, pekerja yang melakukan gerakan berat, atau orang yang tidak aktif secara fisik," katanya.

Sedangkan beberapa gejala umum syaraf kejepit yakni rasa nyeri mulai dari punggung, kemudian mulai merasa ngilu atau kesemutan yang menjalar ke kaki. 

"Kalau punggung sering nyeri itu sudah tanda-tanda. Biasanya sakitnya akan menjalar ke bokong, paha dan kaki. Jadi dari belakang ke depan, tergantung level kejepitnya," ujarnya.

Siloam Hospitals Lippo Village selalu berada di garis depan inovasi medis, menyediakan akses kepada pasien untuk perawatan kesehatan terkini.

"Penambahan BESS menegaskan komitmen kami untuk memberikan layanan berkualitas tinggi yang berfokus pada kenyamanan dan kesejahteraan pasien," ujar dr. Jephtah Tobing.

BANTEN
Program Badak Hitam PLN UID Banten Raih Lestari Award 2026, Ubah Lahan Tidur Jadi Sentra Pangan Rendah Karbon

Program Badak Hitam PLN UID Banten Raih Lestari Award 2026, Ubah Lahan Tidur Jadi Sentra Pangan Rendah Karbon

Kamis, 23 Juli 2026 | 22:12

PT PLN (Persero)Unit Induk Distribusi (UID) Banten meraih Lestari Award 2026 pada kategori Innovative Partnership melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Badak Hitam Low Carbon Smart Farming.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

HIBURAN
Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:18

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan interaktif bagi para penumpang anak-anak beserta keluarga, dalam menyemarakkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Kamis 23 Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill