Connect With Us

Simak Tata Cara Mencoblos di Pilkada 2024

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 26 November 2024 | 09:42

Simulasi pemungutan dan perhitungan suara di TPS 16, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin, 29 Januari 2024. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Pilkada serentak 2024 akan segera dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia, tepatnya pada Rabu, 27 November 2024.

Dalam Pilkada serentak, masyarakat akan memilih kepala daerah yang dianggap paling layak memimpin selama lima tahun ke depan, baik di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Oleh karena itu, masyarakat diminta berpartisipasi dalam Pilkada serentak 2024, serta memastikan surat suara yang dicoblos sah agar dapat terhitung.

Adapun beberapa hari sebelum hari pemungutan suara, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan membagikan surat pemberitahuan (formulir C pemberitahuan KWK) kepada pemilih yang sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

Jika belum menerima surat tersebut, pemilih bisa memastikan status dengan mendatangi kantor PPS setempat atau melalui aplikasi yang disediakan oleh KPU.  

Pada tahap ini, KPPS juga memastikan tempat pemungutan suara (TPS) siap digunakan, termasuk mendirikan bilik suara, menyiapkan kotak suara, dan perlengkapan lain yang diperlukan.  

Cara Mencoblos di Pilkada 2024

1. Datang ke TPS

Pada hari pemungutan suara, pemilih diharapkan datang ke TPS sesuai jadwal yang ditentukan. Pastikan membawa KTP elektronik atau dokumen kependudukan lain seperti fotokopi KTP atau identitas digital.  

2. Pendaftaran

Setibanya di TPS, pemilih akan diminta mendaftar kepada petugas KPPS dengan menunjukkan identitas diri. Untuk diketahui, pemilih lansia, ibu hamil, ibu dengan anak kecil, dan penyandang disabilitas akan diprioritaskan.  

3. Penerimaan Surat Suara

Setelah terdaftar, pemilih akan menerima surat suara yang telah ditandatangani oleh petugas KPPS. Periksa surat suara untuk memastikan tidak ada kerusakan seperti sobekan atau tanda bekas coblosan. Jika surat suara rusak, pemilih berhak meminta penggantian.  

4. Masuk ke Bilik Suara

Di bilik suara, pemilih akan mencoblos salah satu pasangan calon pada surat suara. Cobloslah di bagian yang sesuai dengan pilihan menggunakan alat coblos yang disediakan. Pastikan lubang coblos hanya mengenai kolom pasangan calon yang dipilih agar suara dinyatakan sah.  

5. Memasukkan Surat Suara ke Kotak Suara 

Setelah mencoblos, lipat kembali surat suara sesuai petunjuk dan masukkan ke kotak suara yang telah disediakan.  

6. Tanda Bukti

Sebagai bukti partisipasi, jari pemilih akan diberi tinta oleh petugas KPPS.  

Setelah proses pencoblosan selesai, KPPS akan memulai penghitungan suara. Surat suara yang telah dicoblos akan dihitung secara terbuka di TPS, disaksikan oleh saksi, pengawas TPS, dan masyarakat. Hasil penghitungan kemudian dicatat dalam formulir resmi dan diumumkan kepada publik.  

Kotak suara yang telah disegel akan dikirim ke sekretariat PPS atau PPK untuk rekapitulasi lebih lanjut. 

BANDARA
Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Besok

Rabu, 23 September 2026 | 19:57

Jenazah Surakman, 60, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Kamis 24 September 2026.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

BANTEN
Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Rabu, 23 September 2026 | 19:21

Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill