Connect With Us

PLN Sukses Kurangi Gangguan Listrik, Pelaku Usaha Rasakan Manfaatnya

Fahrul Dwi Putra | Senin, 17 Februari 2025 | 11:15

PLN berhasil mengurangi gangguan kelistrikan sepanjang 2024. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) terus meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan di seluruh Indonesia. Sepanjang 2024, rata-rata durasi gangguan listrik berhasil dikurangi hingga 18 menit per pelanggan per tahun, sementara frekuensi gangguan menurun dari 4,27 kali menjadi 3,23 kali per pelanggan per tahun.  

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, listrik adalah fondasi penting bagi perekonomian nasional. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan agar pasokan listrik tetap andal di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.  

"PLN berhasil mengurangi durasi dan frekuensi gangguan secara signifikan. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.  

Transformasi digital menjadi kunci keberhasilan PLN dalam menjaga keandalan listrik. Dengan digitalisasi di berbagai lini, mulai dari pembangkit hingga pelayanan pelanggan, gangguan dapat dipetakan lebih akurat dan penanganannya lebih cepat.  

Salah satu wujud inovasi digital yang sukses dilakukan PLN ialah aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat terhubung langsung dengan petugas PLN untuk layanan pelaporan gangguan. Aplikasi ini juga terhubung dengan Virtual Command Center (VCC) dan Pelayanan Teknik (Yantek) Mobile, sehingga penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Keandalan pasokan listrik juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha, termasuk Tabroni, peternak ayam di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

Menurutnya, listrik yang stabil sangat penting untuk operasional peternakan, mulai dari pompa air hingga sistem pengatur suhu kandang.  

"Selama 2024 kami jarang sekali mengalami gangguan listrik. Salah satu kunci keberhasilan bisnis di bidang ini adalah bagaimana kita dapat menjaga listrik tetap menyala untuk beragam keperluan seperti pompa air, pakan otomatis, blower, heater untuk mengatur suhu kandang, hingga cooling pad yang akan berpengaruh terhadap kualitas produksi telur," ungkapnya.  

Hal yang sama disampaikan Sardi, pemilik tambak udang vaname di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Sebelum menggunakan listrik PLN, ia sempat mengalami gagal panen akibat tegangan yang tidak stabil.  

"Hadirnya listrik yang andal dari PLN dapat mengoptimalkan semua peralatan yang ada, seperti kincir dan penerangan yang dinyalakan malam hari untuk menjaga kualitas udang. Saat ini layanan PLN semakin baik, begitu ada kendala langsung direspon secara cepat," bebernya.  

PLN mencatat, indeks durasi gangguan listrik per pelanggan atau SAIDI turun sebesar 5,29 persen dari 338,13 menit per pelanggan pada 2023 menjadi 320,24 menit pada 2024. Sementara itu, indeks frekuensi gangguan atau SAIFI turun 24,32 persen dari 4,27 kali menjadi 3,23 kali per pelanggan.  

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

TOKOH
Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:21

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.

BANTEN
Aset Bank Banten Tembus Rp10 Triliun pada 2025

Aset Bank Banten Tembus Rp10 Triliun pada 2025

Rabu, 21 Januari 2026 | 19:50

Bank Banten melaporkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Kota Serang, Rabu 21 Januari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill