Bayi Sulit Menyusu Belum Tentu Tongue Tie, Ini Penjelasan Dokter
Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:36
Bayi yang kesulitan menyusu memang kerap membuat orang tua khawatir, terlebih ketika muncul dugaan tongue tie atau kondisi yang membatasi gerakan lidah.
TANGERANGNEWS.com- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat inklusivitas, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui program TJSL PLN Peduli telah bekerja sama dengan UMKM Rinara Batik untuk mendukung pemberdayaan anak berkebutuhan khusus.
Kerja sama ini dilakukan bersama dua Sekolah Khusus, yakni SKh 01 Cilegon dan SKh Sri Darma, yang sejak tahun 2023 telah menerima pelatihan membatik dan menjahit bagi puluhan siswa disabilitas.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan praktis, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak untuk mandiri dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.
General Manager PLN UID Banten Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan, dukungan terhadap UMKM yang mempekerjakan penyandang disabilitas adalah bagian dari komitmen PLN untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendorong kemandirian ekonomi bagi kelompok rentan.
Ia menambahkan, PLN akan terus menggandeng berbagai pihak untuk memastikan inisiatif ini berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus dapat merasakan manfaat dari program ini.
"Adanya program pelatihan ini, kami berharap anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat," ujarnya.
Pemilik Rinara Batik, Rina Rahmayanti, menambahkan, sebanyak 35 siswa tuna rungu di SKh 01 Cilegon telah mendapatkan pelatihan teknik membatik cap, batik shibori, dan menjahit, sedangkan di SKh Sri Darma, 27 siswa dengan spektrum autisme dilatih untuk menguasai keterampilan menjahit dan membatik cap.
Produk-produk yang dihasilkan, seperti tote bag, sarung bantal, dan taplak meja, telah dipasarkan melalui bazar sekolah dan galeri Rinara Batik, memberikan dampak positif yang signifikan pada perkembangan keterampilan dan kepercayaan diri para siswa.
Salah satu contoh nyata manfaat program ini adalah keberhasilan salah satu siswa, Imam, yang berhasil meraih juara dalam lomba membatik tingkat provinsi dan kini memperoleh pendapatan bulanan sebesar Rp300 ribu dari hasil karyanya.
"Kami yakin program ini dapat berkembang lebih jauh, menciptakan lebih banyak peluang bagi mereka. Kami ingin lebih banyak anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan yang sama, sehingga mereka dapat hidup mandiri dan berdaya secara ekonomi," katanya.
Bayi yang kesulitan menyusu memang kerap membuat orang tua khawatir, terlebih ketika muncul dugaan tongue tie atau kondisi yang membatasi gerakan lidah.
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Swiss-Belhotel Serpong dan Swiss-Belcourt Serpong berkolaborasi dengan Datik Batik menggelar kegiatan peringatan Hari Batik Nasional pada Kamis, 15 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews