Beredar Spanduk Penolakan Safari Politik Jokowi di Tangerang
Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:41
Sejumlah titik di Kabupaten Tangerang mulai terpasang spanduk penolakan kedatangan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
TANGERANGNEWS.com-Lailatul Qadar merupakan malam yang paling dinantikan oleh umat Muslim karena memiliki keutamaan yang luar biasa. Pada malam ini, Allah menjanjikan ampunan dan keberkahan yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, kepastian waktunya tidak bisa diprediksi secara mutlak.
Kendati begitu, Imam Al-Ghazali memiliki kaidah khusus dalam menentukan kapan Lailatul Qadar tiba setiap tahunnya.
Hal ini dijelaskan oleh Ustadz Yusuf Suharto dalam artikelnya yang dikutip dari NU Online pada Jumat, 21 Maret 2025.
Dalam kitab I’anatut Thalibin, Al-Ghazali menyebutkan, waktu Lailatul Qadar dapat diperkirakan berdasarkan hari pertama Ramadan sebagai berikut:
Panduan ini juga digunakan oleh Syekh Abu Hasan asy-Syadzili, yang mengakui bahwa metode tersebut selalu sesuai dengan pengalaman pribadinya.
Sejalan dengan pengumuman dari Kementerian Agama dan Lembaga Falakiyah PBNU, awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Jika mengikuti kaidah Al-Ghazali, maka Lailatul Qadar tahun ini diperkirakan terjadi pada malam ke-23, yaitu Sabtu malam Ahad, tanggal 22 Maret 2025.
Namun, prediksi ini bukanlah sesuatu yang pasti karena Lailatul Qadar bisa terjadi kapan saja sesuai kehendak Allah.
Oleh karena itu, Ustadz Yusuf Suharto menyarankan agar umat Muslim tetap mencari Lailatul Qadar di 10 malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Sejumlah titik di Kabupaten Tangerang mulai terpasang spanduk penolakan kedatangan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
TODAY TAGAksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews