Connect With Us

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Meski Sudah Pertengahan Musim Kemarau 

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 12 Juli 2025 | 19:55

Ilustrasi hujan lebat. (Istimewa / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrem masih sangat mungkin terjadi di banyak wilayah Indonesia meski secara klimatologis sudah memasuki musim kemarau. 

Hingga akhir Juni 2025, baru sekitar 30 persen wilayah yang benar-benar masuk ke musim kemarau, sementara sebagian besar daerah lainnya justru masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, kondisi atmosfer global dan regional yang masih labil menjadi penyebab utama terbentuknya awan konvektif penyebab hujan deras. 

Beberapa fenomena atmosfer seperti gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin, zona konvergensi angin, hingga potensi sirkulasi siklonik, terus mendorong pembentukan awan hujan berskala luas.

“Meskipun kita sudah memasuki pertengahan musim kemarau, berbagai faktor atmosfer global dan regional masih mendukung terjadinya hujan lebat dan cuaca ekstrem di banyak wilayah,” ujar Dwikorita dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 11 Juli 2025.

Ia menjelaskan, beberapa wilayah bahkan telah mencatat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pada 9 Juli, hujan harian di atas 50 mm tercatat di Nabire dan Kalimantan Barat. 

Sehari sebelumnya, hujan lebat juga mengguyur Papua Barat, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Maluku, dan Papua, yang menyebabkan bencana seperti banjir, longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur.

BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem masih tinggi pada periode 12–18 Juli 2025. Hujan lebat diperkirakan terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Sejumlah wilayah juga telah masuk dalam status siaga.

Selain hujan deras, angin kencang diperkirakan melanda wilayah barat hingga timur Indonesia, termasuk Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. 

Sementara di laut, angin dengan kecepatan lebih dari 25 knot berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di berbagai perairan seperti Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Banda, Laut Arafuru, hingga Samudera Hindia di sebelah barat daya Banten dan selatan Nusa Tenggara Timur.

Dwikorita mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan potensi bahaya dari cuaca ekstrem. Ia meminta warga menjauhi area terbuka saat terjadi petir, menghindari berlindung di bawah pohon atau bangunan tua saat angin kencang, serta tetap menjaga kesehatan karena cuaca panas masih mungkin muncul di tengah hujan yang aktif.

“Masyarakat harus tetap waspada, meskipun secara kalender kita berada di musim kemarau. Jangan lengah. Cuaca bisa berubah cepat dan membawa dampak besar,” pungkasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Mahasiswa Pascasarjana UNPAM Gelar PKM di SMPN 7 Tangsel, Bekali OSIS dengan Growth Mindset

Mahasiswa Pascasarjana UNPAM Gelar PKM di SMPN 7 Tangsel, Bekali OSIS dengan Growth Mindset

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.

NASIONAL
PLN Gaspol Proyek Surya Raksasa 1,2 GW, Target Operasi 2029

PLN Gaspol Proyek Surya Raksasa 1,2 GW, Target Operasi 2029

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:38

PT PLN Persero mulai menggeber proyek energi terbarukan skala besar melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I dengan kapasitas mencapai 1,225 gigawatt.

TEKNO
Tangsel One Akhirnya Diluncurkan, Layanan Publik Bisa Diakses Lewat Chat

Tangsel One Akhirnya Diluncurkan, Layanan Publik Bisa Diakses Lewat Chat

Kamis, 30 April 2026 | 17:48

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital, Tangsel One, yang dilengkapi dengan asisten virtual Helita (Helo Kita Tangsel).

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill