Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Pertandingan Persita Tangerang kontra PSIS Semarang di putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022, berakhir seri.
Persita yang sempat mengungguli skor, harus menerima dengan hasil akhir 3-3, dalam pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu, 20 Maret 2022 pukul 16.15 WITA.
Persita sempat unggul cepat, dengan tiga gol yang dicetak satu oleh Kasim Botan dan dua dari Taylon Correa. Sempat merasa unggul, kembali Persita menelan pil pahit karena pemain asing PSIS bisa menambah gol dan menyamakan kedudukan.
Kekecewaan jelas terlihat di wajah pelatih Widodo Cahyono Putro usai pertandingan sore tadi. Kemenangan yang sudah di depan mata pun harus terlepas dan Persita mau tak mau harus puas hanya dengan raihan satu poin saja.

"Pertandingan tadi memang bagi kami secara hasil ya sangat mengecewakan ya. Karena kita sudah unggul dari 3-1. Tapi ini sudah terjadi. Semua juga pemain ingin mempertahankan keunggulan, tapi ternyata kita tidak bisa,” kata Widodo usai pertandingan.
Sementara itu, Muhammad Toha, perwakilan pemain menyebut hasil imbang ini memang jauh dari harapan. Tapi ia dan rekan-rekannya harus melupakan hasil pertandingan ini dan langsung fokus ke dua laga sisa.
“Menurut saya buat pertandingan hari ini berjalan dengan seru ya. Kita bisa unggul duluan. Mungkin kita ke depannya bisa lebih konsentrasi lagi mematangkan dan mempertahankan keunggulan yang sudah kita buat,” tandasnya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPecinta kuliner di Tangerang dan sekitarnya bersiaplah. Ajang tahunan Tangerang Culinary Day 2026 akan kembali menyapa masyarakat pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews