Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com- Pelatih Persita Tangerang Divaldo Alves mengklaim gol bunuh diri Persebaya dalam pekan ke-25 laga lanjutan BRI Liga 1 2023/2024 berkata usaha dan kinerja tim besutannya.
"Walaupun itu gol bunuh diri, tapi kami menyerang, kami naik, kami berjuang untuk dapat gol itu. Terus ada beberapa peluang milik kami," ucap Divaldo dalam jumpa pers, Sabtu, 24 Februari 2024.
Seperti diketahui, laga yang berlangsung pada Jumat, 23 Februari 2024, di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, berlangsung seri dengan skor 1-1.
Gol pertama merupakan kesalahan Paulo Henrique yang gagal mengantisipasi tendangan bebas Bae Sin Yeong sehingga menciptakan gol bunuh diri di babak pertama.
Striker asal Brasil tersebut mampu menebus kesalahannya pada paruh kedua lewat satu gol dicetak.
Kendati begitu, Divaldo menyayangkan poin untuk Persita yang berasal dari bunuh diri. Menurutnya, hal itu bukan hasil yang diinginkan.
"Tapi saya kira hasil hari ini bukan yang kita mau, tapi itu cukup adil," tambahnya.
Terkait perubahan taktik, Divaldo menjelaskan bahwa dirinya melihat Hassan Nader tampak kesulitan menghalau dua bekas Persebaya. Sementara itu, Fergonzi tetap dipertahankan lantaran memiliki karakteristik berlari yang dibutuhkan.
"Namun saat kami melakukan pergantian, itu untuk mengubah gaya permainan. Karena bola atas dan situasi dua lawan satu selalu sulit untuk Hasan. Kita perbaiki sedikit," katanya.
Saat ini, Persita belum bergeser dari posisi ke-15 klasemen sementara BRI Liga 1 musim 2023/2024 lantaran hanya mendapat tambahan satu poin, sehingga total mengoleksi 27 poin.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGKantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews