Connect With Us

Mantan Bupati Tangerang Jadi Presiden Klub Persita

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 4 Agustus 2024 | 19:33

Mantan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar ditetapkan menjadi Presiden Klub Persita (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Persita Tangerang resmi mengumumkan eks Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjadi presiden klub.

Hal itu diumumkan melalui akun Instagram resmi @persita.official, pada Minggu, 4 Agustus 2024.

"Persita resmi menetapkan Ahmed Zaki Iskandar sebagai presiden klub," demikian tulis akun @persita.official.

Dalam pernyataan tersebut, dijelaskan Perubahan presiden klub ini dilakukan sebagai komitmen klub berjuluk Pendekar Cisadane itu untuk terus berbenah agar dapat berkembang dan meraih presentasi, terutama menghadapi Liga 1 2024/2025 mendatang.

Diketahui, Zaki merupakan kakak kandung dari Presiden Klub Persita sebelumnya, yakni Ahmed Rully Zulfikar.

Selain itu, pria yang menjabat sebagai Bupati Tangerang selama dua periode, 2013-2018 dan 2018-2023 tersebut juga sebelumnya sudah ditunjuk oleh PSSI untuk menjadi manajer Timnas Indonesia U-20, Timnas Indonesia U-17, dan Timnas Indonesia Putri, pada Mei 2024, lalu.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill