Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com- Persikota Tangerang merayakan hari jadinya yang ke-30 pada 11 Oktober 2024. Klub sepak bola berjuluk "Bayi Ajaib" kebanggaan Kota Tangerang ini telah mencatat berbagai pencapaian di kancah sepak bola nasional sejak didirikan pada 1994 silam.
Sekretaris Persikota Tangerang Rezi Riyanto, mengatakan, klub ini telah mengguncang dunia sepak bola Indonesia selama tiga dekade terakhir.
Dikatakan Rezi, Persikota menjadi tim pertama di Indonesia yang berhasil meraih gelar juara berturut-turut di dua level kompetisi berbeda.
"Persikota Tangerang diresmikan seiring dengan Kongres PSSI pada akhir tahun 1995, tim kebanggaan masyarakat Kota Tangerang ini langsung tancap gas dengan prestasi yang luar biasa selama tiga dekade berjalan," ujar Rezi pada Jumat, 11 Oktober 2024.
Namun, perjalanan Persikota Tangerang tidak selalu mulus. Klub ini sempat mengalami masa sulit dengan kevakuman yang berlangsung dari 2012 hingga 2016. Bahkan, harus terdegradasi ke Liga 3, level kompetisi terendah di Indonesia.
Kendati demikian, Persikota Tangerang perlahan-lahan kembali melenggang dan saat ini tengah berjuang untuk bersaing di Liga 2 Pegadaian.
Berikut adalah sejumlah prestasi yang telah diraih Persikota Tangerang sepanjang perjalanannya (1994-2024).
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGTiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews