Connect With Us

Dari Tato, Identitas Pelaku Begal Motor yang Dibakar Bernama Hendriansyah

Denny Bagus Irawan | Kamis, 26 Februari 2015 | 19:16

Keluarga Hendriyansyah membawa mayatnya untuk dimakamkan malam ini Kamis (26/2). (Dira Derby / TangerangNews)

TANGSEL-Sutina dan Saripudin, warga RT 04/6 No. 36 Jalan Inpres 5, Larangan utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang pada Kamis (26/2) sore hari mendatangi kamar mayat RSUD Kabupaten Tangerang.

 

Keduanya yakin, mayat yang menjadi pelaku pembegalan motor di Pondok Aren, Kota Tangsel pada Selasa (24/2) lalu itu adalah Hedriansyah anaknya.  Kenyakinan tersebut didasari setelah keduanya melihat langsung mayat pria muda yang dibakar hidup-hidup oleh massa itu.

 

Ketika melihat jenazah saat dimandikan, keduanya tak kuasa menahan tangis. Apalagi saat mereka melihat luka disekujur tubuh pria yang dikenali anak keempat dari lima bersaudara itu. Setelah melihat, Sutina dan Saripudin langsung berdoa. Keduanya pun langsung untuk mengurus kepulangan jenazah.

 “Saya sangat yakin dia anak saya, usianya 22 tahun. Saya mengenali mayatnya dari media massa, ada tato-nya juga,” ujar Sutina.

 

 Pihak keluarga juga tidak tahu harus menuntut siapa atas peristiwa yang terjadi kepada anaknya itu. Dirinya mengaku sudah tidak berdaya.

 

 Hendriansyah diakui Sutina adalah anak dari dirinya dengan Saripudin yang akhirnya menjadi korban broken home. Sebab, Sutinah dengan Saripudin sudah berpisah cerai. “Selama ini dia enggak pernah diurusin sama bapaknya. Anak ini kadang tidur di rumah saya, kadang di rumah neneknya, jadi bapaknya enggak perhatian,” tutur Sutina.

 

Sementara Saripudin  mengatakan, dia yakin yang dibakar memang anaknya. Karena  dia mengenali rambutnya dan tatonya. “Saya rencananya akan makamkan pada malam ini di dekat rumah,” terangnya.

 

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren IPTU Agung Aji membenarkan sudah ada yang mengenali pelaku begal yang tewas ditangan massa. “Ya, benar sudah dijemput ibunya, saat ini anggota fokus mencari pelaku lainnya,” ujarnya.

 

 

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Bareskrim dan BNN Grebek Kelab Malam di PIK 2 Tangerang, 6 Positif Narkoba

Bareskrim dan BNN Grebek Kelab Malam di PIK 2 Tangerang, 6 Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:31

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar operasi penertiban narkotika skala besar di sejumlah kelab malam di wilayah Jakarta dan Tangerang.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill