Connect With Us

KRL Terbakar di Stasiun Rawa Buntu

EYD | Selasa, 3 November 2015 | 05:05

KRL jurusan Serpong-Tanah Abang terbakar di Stasiun Rawa Buntu. (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – KRL jurusan Serpong-Tanah Abang terbakar di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (3/11/2015). Insiden tersebut terjadi pada pukul 05.01 WIB.

“Sewaktu kereta masuk peron, terlihat asap dan kebakaran, bukan lagi percikan api,” kata Bimo Nurindo, salah satu saksi mata, dikutip Republika.

Nurindo, yang sedang menunggu kereta di peron melihat kereta yang akan masuk Stasiun Rawa Buntu itu terbakar. Para penumpang pun diminta menjauh dari peron. “Penumpang di peron disuruh keluar, karena khawatir ada kabel listrik yang putus,” katanya. “Sementara penumpang di dalam kereta pun panik.”

Akibat insiden tersebut, penumpang tertahan di stasiun selama hampir satu jam. Meski sempat mengganggu perjalanan kereta, kondisi perlintasan kereta Serpong-Tanah Abang saat ini sudah berjalan lancar.

BANTEN
Banyak Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan, Pemprov Banten Rombak Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

Banyak Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan, Pemprov Banten Rombak Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:04

TANGERANGNEWS.com-Ketidaksesuaian antara jurusan yang dibuka di SMK dengan kebutuhan riil dunia industri menjadi salah satu pemicu tingginya Angka Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

NASIONAL
Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya

Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:21

PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill