Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat
Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TANGERANG-Rochsjid, Executive Vice President Logistic Development PT KAI menyatakan, tingkat kesulitan pada proyek Kereta Bandara yang telah direncanakan sejak 2009 dengan keseluruhan panjang 32 kilometer itu sudah dilalui seluruhnya. Sedangkan warga lainnya saat ini sedang dalam tahap melengkapi berkas. #Bandara Soekarno-Hatta
“Bagi yang sudah lengkap tinggal buat rekening bank, karena akan langsung ditransfer,” tuturnya.
Setelah pencairan tersebut, sesuai dengan target BPN Kota Tangerang pembangunan konstruksi akan selesai pada dua bulan lagi penyediaan lahan, maka pada pekan depan mulai dibangun.
“Pekan depan kita mulai bangun dengan bertahap, terutama yang telah dibebaskan di dekat bandara. Kita targetkan 2017 beroperasi total,” tuntasnya.
Sedangkan, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Himsar menyatakan, luas tanah secara keseluruhan yang akan dibebaskan untuk proyek itu seluas 36 hektare, yang mencakup lima kecamatan dan delapan kelurahan di Kota Tangerang.
Dari 36 hektare itu terdapat 815 bidang. Sedangkan tahap pertama yang telah cair sebanyak 18 bidang yang terdapat di delapan di kelurahan Tanah Tinggi dan 10 di kelurahan Poris Plawad dari 18 warga.
”Dari jumlah bidang sebanyak 815, 322 bidang sudah masuk, sehingga sudah bisa dikatakan progresnya telah 40%,” terangnya.
Saat ditanya nilai nominal per meter untuk ganti rugi tanah warga tersebut, Himsar mengatakan, penilain tim appraisal terbagi menjadi dua komponen. Adapun yang pertama adalah fisik, kemudian non fisik. “Untuk non fisik tidak bisa dibagi rata-ratanya tergantung penggunaan lahan, walau berdekatan berbeda nilai. Tetapi semua diatas rata-rata NJOP,” terangnya.#Kereta Bandara Tangerang
TODAY TAGJika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
Pengamat Kebijakan Publik dan Politik dari Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten perlu mengambil peran lebih aktif sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat terkait kondisi pengelolaan sampah
Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah memusnahkan ribuan botol miras cukup untuk menyelesaikan persoalan? Ataukah langkah ini justru berisiko menjadi rutinitas seremonial tahunan tanpa menyentuh akar masalah?
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews