Connect With Us

Begini Kata Tetangga Soal Keseharian Siti yang Tewas Dianiaya Kekasihnya

Yudi Adiyatna | Senin, 4 Desember 2017 | 18:00

Foto Siti Nurhayati yang Tewas Dianiaya Kekasihnya. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Tewasnya Siti Nurhayati, 22, di rumahnya di Perumahan Amarapura Blok F2 No 18, RT 002/RW 05, Kademangan, Setu, Tangsel menyisakan luka mendalam bagi para kerabat dan tetangga korban. 

Korban dikenal memiliki pribadi yang baik dan ramah di lingkungan yang sudah lama ditinggali berdua dengan adiknya tersebut.

"Dia tinggal di sini sudah sejak SMP, anaknya baik banget dan sopan, dia tinggal berdua dengan adik angkatnya, sedangkan ibu angkatnya tinggal di daerah Jawa Tengah," kata Eva Cahyanti, 34, tetangga korban, Senin (4/12/2017).

Menurut wanita berjilbab yang rumahnya persis bersebelahan dengan tempat kejadian perkara, sebelumnya Siti sempat berbelanja di rumahnya yang sekaligus warung kelontong tersebut, namun tak disangka malam harinya Siti sudah tewas bersimbah darah. 

BACA JUGA: Identitasnya Diketahui, Polisi Buru Pelaku Pembunuh Kekasih di Tangsel

"Kaget banget, sekitar jam 23.00 WIB, adik angkatnya teriak dateng kerumah saya, lalu saya cek kedalam tapi ngga melihat apa-apa, saya panggil tetangga lain untuk memastikan, ternyata Siti sudah tidak bernyawa," ujarnya. 

Eva juga mengatakan bahwa tidak ada yang mengtahui siapa pelakunya, menurut adik angkatnya, ada pacar dari Siti yang datang bersama seorang rekannya. 

"Saya dengar ada yang buka pagar rumahnya dia, lalu ada motor keluar dari dalam rumah ngebut, ngga lama adik angkatnya itu teriak dan datamg ke rumah saya," imbuhnya. 

Sepengetahuan Eva, Siti saat ini bekerja di kantor notaris di wilayah Gading Serpong "Engga tau nama kantornya, setahu saya dia kerja di kantor notaris di daerah Gading Serpong," ujar Eva.(RAZ/RGI)

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

BANTEN
Kembangkan Sekolah Unggulan, Pemprov Banten Jajaki Kerja Sama dengan Cambridge School

Kembangkan Sekolah Unggulan, Pemprov Banten Jajaki Kerja Sama dengan Cambridge School

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58

Gubernur Banten Andra Soni menjajaki kerja sama strategis dengan Cambridge School Indonesia guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya.

PROPERTI
Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54

Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.

WISATA
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Spot Wisata Keluarga, Intip Wajah Baru Alun-Alun Pondok Ranji

Dari Lahan Terbengkalai Jadi Spot Wisata Keluarga, Intip Wajah Baru Alun-Alun Pondok Ranji

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:52

Kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini punya ikon baru. Alun-alun Pondok Ranji bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah keluarga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill