Connect With Us

Pelayanan Ramah, Poli Gigi Prostodonsia di RSU Tangsel Ramai Pengunjung

Advertorial | Senin, 7 Oktober 2019 | 11:05

Dokter gigi spesialis Prostodonsia Achmad Royhan saat memeriksa salah satu pasien, di Poli Gigi RSU Tangsel, Jalan Pajajaran, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangsel. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sudah tiga tahun berjalan, Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka pelayanan prostodonsia.

Untuk mendapatkan pelayanan itu, bisa langsung datang ke poli gigi RSU Tangsel yang buka setiap Hari Selasa,  Rabu, dan Jumat mulai pukul 08.00 WIB.

Dalam dunia kesehatan, Prostodonsia adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang mendalami bidang rehabilitasi, pemeliharaan dan kesehatan fungsi rongga mulut, dengan pembuatan restorasi gigi atau menggantikan gigi yang hilang beserta jaringan lunak rongga mulut dan maksilofasial.

Dokter gigi spesialis Prostodonsia Achmad Royhan menjelaskan, pemasangan gigi palsu ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi gigi.

BACA JUGA:

"Misalkan giginya dicabut. Berarti giginya hilang, dan harus dikembalikan lagi fungsinya. Jadi seperti merestorasi rongga mulut atau mengembalikan fungsi gigi atau rongga mulut seperti semula," jelas Royhan di Poli Gigi RSU Tangsel, Jalan Pajajaran, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangsel, Jumat (4/10/2019).

Ia menilai, pengembalian fungsi gigi yang hilang atau rusak perlu dilakukan. Sebab jika diabaikan, akan berpeluang menimbulkan gangguan atau penyakit lain.

"Karena apa? Misalkan kita kehilangan gigi di sebelah kanan, maka mengunyah makanan akan pindah ke sebelah kiri. Akibatnya apa? Otot sebelah kiri akan bekerja lebih berat sehingga terjadi ketidakseimbangan otot-otot pengunyahan yang dapat menimbulkan ganguan lain," kata Royhan.

Selain itu, lanjut dia, mengunyah pada satu sisi dapat menyebabkan terjadinya penumpukan plak, karang gigi dan gigi berlubang pada sisi yang tidak digunakan.

"Terus kalau giginya kehilangan banyak, berarti makanan yang dicerna enggak dikunyah secara sempurna, sehingga setelah ditelan akan menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan," imbuhnya. 

Dokter muda itu menerangkan, secara garis besar, ada dua jenis pemasangan gigi palsu. 

"Yaitu fix atau permanen, dan kedua removable atau bisa dilepas. Kalau removable itu sebaiknya dilepas saat tidur atau beristirahat," ujar Royhan.

Selain itu, kata Royhan, untuk merawat kualitas gigi, dianjurkan para pasien harus melakukan kontrol secara rutin. "Sebaiknya setiap 6 bulan sekali. harus dikontrol," katanya. 

Poli gigi selalu dipadati para pasien, khususnya pasien yang mendapat penanganan bidang Prostodonsia. 

"Minat dan antusiasme masyarakat terhadap poli Prostodonsia cukup tinggi, karena kesadaran masyarakat terhadap pentingnya rehabilitasi rongga mulut cukup baik," katanya. 

Ia menambahkan, mayoritas pasiennya terdiri dari pasien yang berusia lanjut, atau disebut lansia. 

"Mungkin karena faktor usia, kualitas gigi semakin lama semakin rusak. Jadi banyak yang berlubang, goyang dan banyak yang dicabut," katanya. 

"Jadi penyebab kehilangan gigi itu macam-macam, bisa karena giginya berlubang, goyang dan dicabut, atau kecelakaan, misalnya jatuh," pungkasnya.(ADV)

TEKNO
Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38

Di tengah tantangan penurunan pendanaan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia yang tercatat merosot hingga 94,8 persen sepanjang rentang 2021–2025, Telkomsel kembali menghadirkan angin segar bagi para pengembang teknologi nasional.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

KOTA TANGERANG
Kota Tangerang Berstatus Awas Kekeringan, Warga Diminta Jangan Boros Air

Kota Tangerang Berstatus Awas Kekeringan, Warga Diminta Jangan Boros Air

Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:48

Kota Tangerang masuk status Awas kekeringan meteorologis pada Dasarian I Oktober 2026 berdasarkan surat peringatan dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill