Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), baru saja mendapatkan kasus unik saat seorang nenek menyambangi kantornya di wilayah Serpong Utara, Tangsel, Rabu (23/10/2019).
Kedatangan seorang nenek itu, bukan meminta pertolongan atas kejadian kebakaran, melainkan dengan maksud lain, yaitu meminta tolong untuk melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya.

Seperti terlihat dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @damkar_tangsel. Terlihat seorang nenek yang mengenakan busana batik tampak sedang dievakuasi oleh Tim Rescue Damkar Kota Tangsel. Pada video itu terlihat, petugas sangat berhati-hati saat melepaskan cincin tersebut.
Saat dihubungi TangerangNews, Komandan Regu (Danru) Rescue Damkar Tangsel Darussalam mengatakan, nenek tersebut datang dalam keadaan lemas.
"Ada tiga cincin yang terpasang, dia (nenek itu) lemas, jadi darahnya sudah kesumbat," ujar Darussalam, Rabu (23/10/2019).
Cicin tersebut, kata Darussalam, sudah dipakainya selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya, beberapa minggu belakangan ini nenek tersebut merasakan sakit.
"Kata nenek itu, dua minggu terakhir dia merasakan sakit, karena darahnya tersumbat," imbuhnya.
Akibatnya, jari manis nenek itu menjadi bengkak dan terlihat membiru.

Darussalam menerangkan, pihaknya langsung melakukan proses evakuasi dengan menggunakan mesin gerinda berukuran kecil.
"Sebelum dilakukan pemotongan, si nenek sudah diberikan obat agar jarinya tidak bengkak. Tapi, tetap saja bengkak," katanya.
Ia menuturkan, agar jari nenek tersebut tak terluka, petugas menyelipkan pelat tipis diantara ruas jarinya.
"Alhamdulillah, dalam waktu 40 menit, cincin titanium, alloy dan emas muda yang menempel di jari manis nenek berhasil dipotong," pungkasnya.(RMI/HRU)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews