Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Selama tahun 2019, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menangkap berbagai jenis ular. Sebanyak 22 ekor ular yang ditangkap itu melata di wilayah Tangsel.
Dari puluhan ekor ular itu, tujuh diantaranya ditangkap saat musim penghujan ini.
BACA JUGA:
"Kalau untuk di musim penghujan ini ada sekitar tujuh ular yang berhasil ditangkap. Namun total yang kita tangani sepanjang tahun 2019, ada 22 ekor ular," ucap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Uci Sanusi di Kantornya yang terletak di Jalan Melati Mas Blok J, Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangsel, Senin (23/12/2019).
Uci menuturkan, puluhan ular yang ditangkap itu diantaranya jenis ular kobra, piton, weling, dan lainnya. Namun, didominasi ular jenis kobra dan piton.

"Tapi pada umumnya kobra itu anakan (ukuran kecil), kemudian piton juga cukup banyak," tuturnya.
Uci menerangkan, penangkapan hewan melata itu dilakukan atas adanya laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan ular di sekitarnya.
"Hampir di semua kecamatan ada, tapi Serpong Utara kami belum ada laporan. Kalau Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur ada laporan," kata Uci.
Uci mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Terutama saat ini Tangsel tengah memasuki musim penghujan.
"Akhir-akhir ini sedang berkembang biak ular. Kami imbau kepada warga untuk tetap waspada. Jika menemukan ada ular segera lapor ke instansi terkait, ada Damkar, Satpol PP dan juga bisa hubungi komunitas reptile yang ada," imbau Uci.
Terakhir, kata Uci, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel baru saja berhasil menangkap ular jenis piton dengan ukuran panjang mencapai 4,5 meter dan berat sekitar 25 kilogram di wilayah Pamulang.(MRI/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai menerapkan skema rekayasa lalu lintas contraflow selama proyek perbaikan ruas Jalan Sangego Selatan, Bayur, Kecamatan Periuk, berlangsung.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews