Connect With Us

Kampus UIN Ciputat Diteror Aksi Vandalisme Berlambang Zionis

Yudi Adiyatna | Senin, 13 Januari 2020 | 16:38

Tampak ada coretan berbentuk lambang Bintang Daud di tembok Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (TangerangNews/2019 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang terletak di Jalan Kertamukti, Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangsel mendapatkan teror berupa aksi vandalisme berlambang Zionis, Senin (13/1/2020). 

"Kejadiannya katanya tadi malam dilakukan aksi corat-coretnya. Persisnya di sekitar Kampus 2 UIN, " terang Krisna, salah satu mahasiswa UIN.

Tampak ada coretan berbentuk lambang Bintang Daud di tembok Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Para pelaku penebar teror ini pun melakukan aksinya persis di gerbang pintu masuk dan pagar tembok kawasan Kampus UIN yang terlihat langsung dari jalan raya.

Coretan berbentuk lambang Bintang Daud ini pun dituliskan huruf 'UIN' di tengah-tengah logo yang disimbolkan sebagai lambang atau identitas kaum Yahudi.

Tak hanya logo berbentuk Zionis, di beberapa titik lainnya pun terdapat coretan bertuliskan 'Islam Zionis' dan 'Fuck The System'.

"Sekarang sama satpam lagi coba dibersihkan dan dihilangkan tulisan coretannya itu, " tutur Krisna.(RMI/HRU)

OPINI
Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi

Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44

Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill