Connect With Us

Diskusi Gerindra, Azizah Gagas Tangsel yang Visioner

Rachman Deniansyah | Senin, 10 Februari 2020 | 10:31

Bacalon Wali Kota Tangsel Siti Nur Azizah menjadi narasumber diskusi publik bertajuk "Mencari Sosok Kepala Daerah yang Sesuai dengan Aspirasi Publik" yang digelar DPD Partai Gerindra Banten, Minggu (9/2/2020). (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Data dan algoritma mulai mendominasi kehidupan manusia. Revolusi digital telah mengintegrasikan dunia fisik, digital (kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence ) dan biologis (biometic), sehingga terjadi perubahan mendasar dalam cara hidup manusia. Namun ke arah mana kehidupan manusia di masa depan?.

Tantangan zaman saat ini, bersatunya dua kemajuan yang diciptakan manusia sendiri, yaitu Artificial Intelligence (AI) dan Biometric.

Siti Nur Azizah, bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan angkat bicara terkait tantangan menjadi kepala daerah di era digital ini. Ia menyampaikan, dibutuhkan seorang kepala daerah yang visioner, yang tidak hanya berkutat pada angka-angka statistik, namun mampu menjawab tantangan zaman.

Azizah menyampaikan hal itu di forum Diskusi Publik bertajuk "Mencari Sosok Kepala Daerah yang Sesuai dengan Aspirasi Publik" yang digelar DPD Partai Gerindra Banten, di Sekretariat DPD partai berlambang burung garuda itu, di Kota Serang, Banten, Minggu (9/2/2020).

Bagi Azizah, yang didaulat menjadi narasumber bersama Irna Nuralita (Bupati Pandeglang) dan Ratu Tatu Chasanah (Bupati Serang), membangun Sumber Daya Manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama.

Sebab, 30 tahun lagi, generasi saat ini yang baru memasuki bangku Sekolah Dasar (SD), akan hidup di zaman yang serba berbeda di masa depan.

Azizah merujuk pada pemikiran Yuval Noah Harari yang tiga bukunya populer di dunia internasional. Yuval meramalkan, puncak dari revolusi digital ini akan terjadi pada tahun 2050, dimana algoritma akan membuat banyak keahlian yang saat ini dimiliki manusia menjadi usang (kadaluwarsa).

Waktu 30 tahun lagi itu, bagi Azizah adalah seperti sudah di depan mata. Pada masa itu, banyak profesi akan kadaluwarsa, dan mungkin banyak ilmu dan profesi yang masa pakainya tidak lama dan kemudian orang harus di-training ulang untuk keahlian baru. 

"Itu 30 tahun lagi, bukan waktu yg panjang. 20 tahun lagi (2040) pasti sudah sangat terasa oleh kita semua," ujarnya kepada awak media usai diskusi tersebut.

Ia mensimulasikan, 20 tahun itu artinya saat anak yang masuk SD hari ini dan 30 tahun adalah masa anak-anak yang lahir tahun ini. Artinya lagi, metode mendidik anak tidak bisa seperti cara mendidik anak selama ini. Sekolah harus berubah karena metode belajar sekarang sudah tidak relevan. Guru tidak bisa lagi mengajar seperti cara mengajar yang sudah kadaluwarsa.

"Saya bicara ini sekarang untuk menggugah kita, untuk mulai menyadari masalah krusial ini. Agar semua pihak yang berkompeten mulai melakukan tindakan-tindakan strategis yang relevan, mulai dari mengkaji lebih dalam untuk mengetahui masalahnya sampai merumuskan rekomendasi solusi," tegasnya.

Sementara, kata dia, dunia pendidikan saat ini masih berkutat pada hal-hal klasik, seperti angka partisipasi murni (APM) sekolah yang masih rendah, kekurangan infrastruktur sekolah, disamping masalah lainnya.

"Saya berpandangan ada hal mendasar yang sudah bisa kita lakukan atau perbaiki dari sekarang," katanya.

Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di era 2050 itu, lanjutnya, sudah mulai dirasakan saat ini, ketika pengguna ponsel pintar dijejali berbagai informasi yang tidak sepenuhnya dibutuhkan. 

Algoritma akan selalu mengintai pengguna internet sampai suatu saat lebih tahu dari pada manusia itu sendiri. Mulai dari makanan yang disukai, tempat wisata favorit, sampai lagu yang pas untuk berbagai situasi. 

"Itulah salah satu yang melatar belakangi visi kami menjadikan Kota Tangsel kota kelas dunia, yang akan lebih fokus pada pendidikan, termasuk menyediakan ruang berekspresi bagi anak-anak dan warga, menyediakan ruang interaksi antar warga, agar mereka berkomunikasi dan berkolaborasi untuk masa depan mereka," pungkasnya.(RMI/HRU)

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

BANTEN
PLN Gelar Edukasi Pencegahan Kebakaran untuk Warga Baduy di Kawasan Adat Kanekes Lebak Banten

PLN Gelar Edukasi Pencegahan Kebakaran untuk Warga Baduy di Kawasan Adat Kanekes Lebak Banten

Rabu, 4 Februari 2026 | 16:26

Upaya menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, dilakukan melalui kegiatan edukasi pencegahan kebakaran yang melibatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten

PROPERTI
Lampaui 1.170 Peserta, Perumahan MGK Serang Raih Juara BTN Housingpreneur 

Lampaui 1.170 Peserta, Perumahan MGK Serang Raih Juara BTN Housingpreneur 

Senin, 2 Februari 2026 | 14:00

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengumumkan para pemenang BTN Housingpreneur 2025 dalam seremoni penutupan BTN Expo 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Sabtu, 31 Januari 2026.

TANGSEL
Menteri LH Turun Tangan Bersihkan Sampah di Serpong Tangsel

Menteri LH Turun Tangan Bersihkan Sampah di Serpong Tangsel

Rabu, 4 Februari 2026 | 17:21

Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq turun langsung melakukan penyisiran dan pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Serpong, Rabu 4 Februari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill