Connect With Us

87 Warga Tangsel Terjangkit DBD

Rachman Deniansyah | Selasa, 10 Maret 2020 | 17:36

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat mengunjungi pasien anak kecil yang terjangkit DBD di RSU Tangsel, Selasa (10/3/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sejak awal tahun 2020, tercatat ada 87 warga  Kota Tangerang Selatan yang terjangkit Demam Berdarah Dengeu (DBD).

Hal tersebut dipaparkan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat melakukan kunjungan terhadap pasien terjangkit DBD di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel, Selasa (10/3/2020).

Data tersebut, kata Benyamin, sesuai dengan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel.

Dalam data tersebut, kata Benyamin, peningkatan pasien DBD secara signifikan terjadi pada dua bulan pertama di tahun ini, yakni Januari dan Februari.

"Didapat informasi bahwa memang betul bulan Januari itu ada 29 penderita DBD. Bulan Februari naik jadi 41 orang. Kemudian yang sampai hari ini di bulan Maret ada 17 penderita. Kalau ini seluruhnya dari Kota Tangsel," kata Benyamin usai melakukan kunjungan.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat mengunjungi pasien anak kecil yang terjangkit DBD di RSU Tangsel, Selasa (10/3/2020).

Benyamin melanjutkan, dari 87 pasien, tercatat hanya ada belasan orang yang dirawat di RSU Tangsel.

"Jadi, sekarang ini tinggal 13 orang dari 17 yang sakit DBD di RSU ini, 4 lainnya sudah pulang. Dan ini beberapa juga nanti bisa pulang," sambungnya.

Sedangkan sisanya dari 87 pasien itu, kata Benyamin, telah dirawat di masing-masing Puskesmas.

"Jadi yang dirawat di sini sudah ditangani lebih dulu di tingkat Puskesmas. Itu yang penting buat kita. UHC (Universal Health Coverage) yang dibayarkan Pemkot itu mekanismenya adalah tindakan pertama di Puskesmas kemudian baru dirujuk ke Rumah Sakit Tangsel," terang Benyamin.

Sementara itu, kata Benyamin, dari puluhan pasien, terdapat dua pasien positif DBD yang meninggal dunia.

"Tapi itu bukan karena DBD-nya, tapi penyakit penyertanya (penyakit lain selain DBD). Yang meninggal, satu anak-anak dan satu dewasa, semuanya dari Tangsel. Memang mereka DBD tapi ada penyakit lain yang menyertai," tuturnya.

Pantauan TangerangNews, dalam kunjungannya itu, Benyami turut menyempatkan dirinya untuk berinteraksi dengan beberapa pasien. Baik pasien dewasa  yang dirawat di lantai 4, ataupun pasien anak-anak yang dirawat di lantai 3 RSU Tangsel. (RMI/RAC)

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill