KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menerima laporan bahwa sepanjang medio Januari hingga awal Februari 2019, sebanyak 116 orang warga Kabupaten Tangerang positif menderita Demam Berdarah (DBD).
Hal itu diungkapkan Tarmizi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Tangerang.
"Januari hingga Februari 2019, saya menerima laporan ada 116 kasus warga terkena DBD," ungkapnya kepada TangerangNews, Senin (11/2/2019).
Lanjutnya, dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, Kecamatan Panongan menduduki peringkat tertinggi untuk jumlah penderita penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
"Nomor satu di Panonganl, hampir 30 kasus. Dibandingkan Januari 2018, kasus DBD meningkat 60 persen, karena pada Januari 2018 hanya 8 kasus, di Januari 2019 sudah 89 kasus," bebernya.
Terkait peningkatan jumlah penderita itu, kata Tarmizi, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, salah satunya sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami membuat surat ke Puskesmas untuk melakukan kewaspadaan dini terhadap kasus-kasus demam. Jika ada menderita demam diwilayahnya, harus segera didatangi dan diperiksa jentik nyamuk dirumahnya. Juga menugaskan puskesmas untuk melakukan menyuluhan bersama pihak kecamatan untuk sosialisasi bahaya DBD dan perlunya pemberantasan sarang nyamuk," bebernya lagi.(MRI/RGI)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGJagat media sosial dihebohkan dengan video aksi pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) oleh sekelompok warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Minggu 20 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews