Connect With Us

Nama Wali Kota Tangsel Dicatut Penipu di Medsos

Rachman Deniansyah | Selasa, 21 April 2020 | 16:05

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menjadi korban perbuatan penipu. Namanya dicatut dan digunakan untuk aksi penipuan di media sosial (Medsos).

Orang nomor satu di Tangsel itu pun akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Aksi penipu itu yaitu dengan membuat akun Facebook atas nama dirinya. Untuk menyakinkan korban, pelaku memasang foto profil Airin.

Tampilan screenshot chat penipuan.

Kemudian, pelaku mengirim pesan melalui akun Facebook tersebut dengan modus donasi untuk penanggulangan COVID-19 di wilayah korban. 

Pelaku juga meminta nomor aplikasi Whatsapp korban, dan meminta kunci digital sekali pakai atau one time password (OTP) dari Whatsapp korbannya. Kemudian, pelaku meretas Qhatsapp milik korbannya. 

Tampilan screenshot chat penipuan.

Setelah diretas, pelaku tersebut langsung menghubungi seluruh kontak yang dimiliki oleh korbannya untuk meminjam uang.

Aksi kejahatan siber itu pun viral di media sosial, baik di Twitter maupun di Instagram.

Setelah dirinya mengetahui aksi kejahatan itu, Airin mengaku akan melaporkan kejahatan tersebut ke Mabes Polri. 

Tampilan screenshot chat penipuan.

"Jadi ya kita lagi laporkan ke Mabes Polri, karena ujungnya ada yang meminta uang. Saya sudah minta Kominfo untuk melaporkan ke Mabes sama ke Facebooknya," ungkap Airin di Kelurahan Sawah, Ciputat, Tangsel, Selasa (21/4/2020).

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tak mudah percaya. Terlebih, Airin menyebut bahwa dirinya tak lagi mengaktifkan media sosial miliknya. 

"Saya enggak aktif di medsos ya. Temen-temen tahu persis," tutupnya. (RMI/RAC)

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Dampak Abu Vulkanik, Dindikbud Banten Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Dampak Abu Vulkanik, Dindikbud Banten Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 6 September 2026 | 21:57

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) secara resmi mengeluarkan imbauan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah bagi seluruh satuan pendidikan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill