Connect With Us

Minta Nafkah, Anak & Ibu di Pamulang Dipolisikan

Rachman Deniansyah | Rabu, 29 Juli 2020 | 16:47

Tampak depan polsek pamulang, Kota Tangsel. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang ayah melaporkan anak dan mantan istrinya ke Mapolsek Pamulang. Laporan tersebut dengan tuduhan dugaan pengeroyokan.

Perkara itu diceritakan terlapor Yeni, 42, berawal saat anaknya AS, 19 meminta nafkah ke pelapor (ayah kandung). Namun, sang anak justru mendapatkan perlakuan kasar.

"Awal kejadiannya kenapa kita dilaporkan, saat anak-anak ke rumah ayah kandungnya. Ketika itu ada istrinya (ibu tiri). Terus anak-anak dibilang gini 'ngapain kamu ke sini, mau dimarahin?' Akhirnya (anak saya) pulang dengan nangis ke rumah,  ngadu sama saya," ucap Yeni usai memenuhi panggilan polisi di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Rabu (29/7/2020).

Yeni telah bercerai dengan mantan suaminya itu sejak tahun 2015. Dari pernikahan itu, dia dikarunia dua orang anak . Namun, tanggung jawab seorang ayah menafkahi anaknya, jarang diterima anak-anaknya.

Justru, mantan suaminya itu memutus komunikasi dengan kedua anaknya. Sehingga, ketika membutuhkan uang, AS harus mendatangi rumah sang ayah.

"WA (WhatsApp) anak-anak suka di block.  Otomatis kita datangi, kalau datang hanya dikasih dua puluh ribu, sepuluh ribu, lima puluh ribu. Ketika datang diperlakuan tidak baik, jadi anak-anak saya sering mendapatkan kekerasan secara verbal. Misalnya dibilang 'anak kurang ajar, monyet kamu', itu kan kekerasan verbal," terangnya.

Tidak terima atas perlakuan tersebut, Yeni yang tinggal di Perumahan Villa Dago, Pamulang, Kota Tangsel kemudian mendatangi rumah mantan suaminya di Pamulang.

Kedatangannya saat itu untuk meminta penjelasan atas perlakuan kasar terhadap anaknya.

"Saya datangin ke sana dengan baik-baik,  saya bilang jangan keras sama anak, kasihan psikisnya. Saya suruh anak saya minta maaf, saya juga bilang ke anak-anak mungkin kalian ada salah," kata Yeni.

Namun, dia mengaku justru mendapat ancaman dari mantan suami dan istrinya tersebut. Yeni dan anaknya itu diancam akan dipolisikan.

Ternyata benar, ia dilaporkan ke Mapolsek Pamulang atas tuduhan tindak pengeroyokan. Yeni pun terkejut. 

"Istrinya mengancam kita, katanya ada kakaknya yang polisi. Dia mau melaporkan kita, karena ia punya kakak polisi, karenanya saya dipanggil atas tuduhan pengeroyokan. Padahal saya tak mengeroyok dan ke situ enggak ada urusan sama dia. Saya urusan dengan bapaknya anak-anak, karena nuntut nafkah," kata Yeni.

"Ketika papahnya bilang anak kurang ajar, anak monyet, saya tak terima. Saya bilang anak kamu dikatain monyet, tapi anak orang kamu sayang sayang. Gimana anak kamu enggak cemburu," sambungnya.

Usai memenuhi pemanggilan polisi tersebut, Yeni dan anaknya pun hanya bisa pasrah. (RMI/RAC)

TEKNO
Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38

Di tengah tantangan penurunan pendanaan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia yang tercatat merosot hingga 94,8 persen sepanjang rentang 2021–2025, Telkomsel kembali menghadirkan angin segar bagi para pengembang teknologi nasional.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

HIBURAN
Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52

Batik Indra Loka memperkenalkan 30 koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) melalui Saun Tara Collection Premiere di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill