Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat
Minggu, 13 September 2026 | 06:38
Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.
TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga negara asing (WNA) pencari suaka yang bermukim di wilayah Kelurahan Isangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, menjalani tes usap atau swab test, Rabu (28/10/2020).
Kepala Puskesmas Pisangan Enting Susilawati menjelaskan, pemeriksaan serempak itu dilakukan sebagai langkah penelurusan (tracing) terhadap dua WNA asal Afganistan yang sebelumnya telah dinyatakan positif COVID-19.
"Setidaknya ada sebanyak 103 orang yang kami tes hari ini. Ada yang sudah berkeluarga dan ada juga yang masih single atau lajang," ujar Enting di lokasi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan kepada seluruh warga pencari suaka. Tak hanya orang dewasa, tes usap itu juga dilakukan kepada para anak kecil.

"Mereka ini bermacam-macam, ada yang dari Myanmar, Afganistan, Somalia, dan negara lainnya. Mereka di bawah naungan IOM (International Organization for Migration)," katanya.
Guna memaksimalkan langkah tracing ini, hasil tes usap ditargetkan akan keluar selama tiga hari.
"Untuk lebih cepat memutus mata rantai COVID-19 maka hari ini dilakukan tes swab. Walaupun hari ini libur, tapi Labkesda tetap buka. Jadi kita bisa mengirim ke sana. Biasanya tiga hari, ya mudah-mudahan Sabtu sudah ada hasilnya," tutur Enting.
Jika nantinya terdapat WNA yang dinyatakan positif, Enting menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi lain terkait rujukannya.
"Kemungkinan nanti dirujuk lagi ke Wisma Atlet, Jakarat Pusat, seperti yang direkomendasikan Dinas Kesehatan," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.
TODAY TAGSekitar 2.000 pegawai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terindikasi terlibat aktivitas judi online (judol) berdasarkan hasil penelusuran terhadap transaksi sepanjang 2024 hingga 2025.
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews