Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga negara asing (WNA) pencari suaka yang bermukim di wilayah Kelurahan Isangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, menjalani tes usap atau swab test, Rabu (28/10/2020).
Kepala Puskesmas Pisangan Enting Susilawati menjelaskan, pemeriksaan serempak itu dilakukan sebagai langkah penelurusan (tracing) terhadap dua WNA asal Afganistan yang sebelumnya telah dinyatakan positif COVID-19.
"Setidaknya ada sebanyak 103 orang yang kami tes hari ini. Ada yang sudah berkeluarga dan ada juga yang masih single atau lajang," ujar Enting di lokasi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan kepada seluruh warga pencari suaka. Tak hanya orang dewasa, tes usap itu juga dilakukan kepada para anak kecil.

"Mereka ini bermacam-macam, ada yang dari Myanmar, Afganistan, Somalia, dan negara lainnya. Mereka di bawah naungan IOM (International Organization for Migration)," katanya.
Guna memaksimalkan langkah tracing ini, hasil tes usap ditargetkan akan keluar selama tiga hari.
"Untuk lebih cepat memutus mata rantai COVID-19 maka hari ini dilakukan tes swab. Walaupun hari ini libur, tapi Labkesda tetap buka. Jadi kita bisa mengirim ke sana. Biasanya tiga hari, ya mudah-mudahan Sabtu sudah ada hasilnya," tutur Enting.
Jika nantinya terdapat WNA yang dinyatakan positif, Enting menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi lain terkait rujukannya.
"Kemungkinan nanti dirujuk lagi ke Wisma Atlet, Jakarat Pusat, seperti yang direkomendasikan Dinas Kesehatan," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TODAY TAGPendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
Krisis sampah di Tangsel bukan sekadar soal lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang penuh atau truk yang rusak. Masalah sebenarnya adalah kegagalan sistemik dalam menutup siklus konsumsi yang didorong oleh gaya hidup urban yang masif.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews