Tampak isi didalam kontrakan hangus terbakar di kawasan Komplek Unilever RT 2 RW 8, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak enam unit kontrakan yang berada di kawasan Kompleks Unilever RT 2 RW 8, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, hangus terbakar diamuk si jago merah.
Kobaran api yang belum diketahui penyebabnya itu kian membesar seiring dengan turunnya rintikan hujan.
Ketua RT setempat, Muryanto, 50 menuturkan, kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.30 WIB.
"Terjadi kebakaran di RT 2, yaitu di tempat Ibu Turinem. Asal muasal apinya tidak diketahui sampai sekarang," ujar Muryanto kepada TangerangNews.com di lokasi kejadian, Rabu (31/3/2021).
Api yang diketahui sudah membesar dibarengi kepulan asap hitam itu sontak membuat warga panik.
Tak banyak dapat dilakukan warga, selain bahu membahu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, serta menelpon Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel.
Namun, kobaran api merambat begitu cepat. Hingga setidaknya menghanguskan sebanyak enaM pintu kontrakan.
"Tiba-tiba langsung api membesar dan membakar enam rumah (kontrakan). Tadi saya langsung kontak PLN, untuk memadamkan aliran listrik," tuturnya.
Ia bersyukur, peristiwa tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Penghuni kontrakan, telah berhasil diselamatkan warga.
Pantauan TangerangNews.com di lokasi, sekitar pukul 19.53 WIB, api telah berhasil dipadamkan. Setelah dinilai kondusif, aliran listrik yang semula sempat dipadamkan, kini kembali telah menyala.
Namun, kondisi keenam unit kontrakan tersebut kini terlihat hancur. Pecahan genting, kaca, dan puing-puing lainnya berserakan di jalan.
Sedangkan, penghuni kontrakan seluruhnya selamat dan telah berhasil dievakuasi warga.
Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan langkah mitigasi bencana kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing akibat musim kemarau ekstrem yang diprediksi akan berlangsung lebih lama.
Seorang ibu bernama Widyastuti, 46, ditemukan tewas bersimbah darah, diduga dibunuh oleh anak tirinya sendiri di rumahnya di Kampung Babakan, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat 17 April 2026 malam.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Masyarakat kini dapat membuat laporan polisi (LP) dan laporan kehilangan secara online melalui Super App Polri yang baru saja diluncurkan pada Selasa, 14 April 2026.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""