1.500 Pelari Ikut Maraton Sambil Donasikan Bibit Pohon di GRID Cardio Rush 2026
Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:50
Event lari maraton GRID Cardio Rush (GCR) 2026 berhasil menyedot antusiasme sekitar 1.500 pelari dari berbagai daerah.
TANGERANGNEWS.com-Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan semalaman tidak hanya menyebabkan sejumlah titik dilanda banjir. Namun, juga menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor.
Nahasnya, longsor yang terjadi di Jalan Kampung Keranggan, RT 10/04, Keranggan, Setu itu menimpa dua rumah warga.
Akibatnya, kedua rumah warga tersebut pun hancur. Seperti salah satunya rumah milik Maulana, 27.
Ia menuturkan, bencana yang dialaminya itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Selasa (18/5/2021).
"Kejadiannya tadi jam setengah 8 pagi. Tanah di tebing itu tiba-tiba longsor," ujar Maulana di lokasi.

Insiden itu terjadi lantaran tebing tanah yang berhimpitan dengan rumahnya diguyur hujan yang begitu lebat.
Atas kandungan air yang berlebih itu, pohon bambu yang tertanam di tebing tanah tersebut tak dapat menopang beban yang berlebih.
Beruntung saat kejadian, Maulana beserta keluarganya tak berada di rumah. Maulana yang sejak lama dirundung rasa was-was itu, sengaja mengosongkan rumahnya sejak hujat lebat mengguyur.

"Alhamdulillah tidak ada korban. Jadi saya udah sengaja ngungsi ke rumah orang tua. Rumah ini saya kosongkan. Nah tadi, pukul 07.30 WIB itu tanah langsung longsor. Menimpa rumah saya," tuturnya.
Pantauan di lokasi, tanah longsor yang menimpa rumah warga diperparah dengan adanya bongkol atau akar bambu.
Longsoran tanah beserta pohon bambu itu menghantam dua rumah warga. Dampak terparah menimpa rumah Maulana.
Dapur, hingga kamar mandi rumah Maulana itu, hancur lebur. Sedangkan satu rumah lainnya yang juga tertimpa longsor, hancur di bagian atap.
Sementara ini, warga sekitar telah menahan beban longsoran dengan bambu dan alat seadanya guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan. (RAZ/RAC)
Event lari maraton GRID Cardio Rush (GCR) 2026 berhasil menyedot antusiasme sekitar 1.500 pelari dari berbagai daerah.
TODAY TAGGubernur Banten Andra Soni memastikan siswa di tujuh sekolah swasta yang mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis tetap mendapatkan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Banten hingga menyelesaikan pendidikannya.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews