Connect With Us

Hari Ketiga PPKM Darurat, Warga Tangsel Masih Bandel

Rachman Deniansyah | Senin, 5 Juli 2021 | 14:29

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat di wawancarai awak media terkait Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Tangerang Selatan, Senin, 5 Juni 2021. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Tangerang Selatan telah memasuki hari ketiga, Senin, 5 Juni 2021.

Seluruh mobilitas masyarakat, mulai dari akses jalan, tempat makan, hiburan, hingga beribadah, dan seluruh kegiatan lainnya dibatasi dengan ketat. 

Meski seluruh aturan telah dososialisasikan namun tetap saja masyarakat masih bandel dengan melakukan berbagai pelanggaran.

Hal tersebut didapati ketika tim pengawasan bergerak ke lapangan guna menghindari terjadinya kerumunan di tengah masyarakat. 

"Ya, masih ada terjadi pelanggaran," kata Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Pelanggaran tersebut, paling banyak dijumpai di tempat makan yang ada di pinggir-pinggir jalan. "Terutama restoran, kemudian tempat makan seperti di lapak, segala macamnya yang dine-in (makan di tempat)," imbuhnya.

Hal itu jelas telah melanggar. Pasalnya secara gamblang, telah dijelaskan bahwa semua tempat makan hanya boleh melayani pesanan take away. 

Hal serupa, juga terlihat di sejumlah pos penyekatan yang berada di perbatasan wilayah. Masih banyak warga yang hendak melintasi pos penyekatan hingga terjadi penumpukan kendaraan.

Benyamin mengharapkan agar masyarakat dapat mengerti kondisi saat ini. Masyarakat diimbau untuk tetap menjalankan aktivitasnya di rumahnya masing-masing. 

"Memang terjadi (kepadatan). Sebetulnya masyarakat kan sudah tau bahwa ini PPKM darurat. Terus ngapain keluar. Saya berharap masyarakat sudah stay di rumah jadi tidak perlu terjadi penumpukkan. Jadi supaya tidak numpuk, sudah stay saja," pungkasnya.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

KAB. TANGERANG
Pelaku Penyiraman Air Keras Rekan Kerja di Cikupa Diringkus saat Hendak Kabur ke Sumatera

Pelaku Penyiraman Air Keras Rekan Kerja di Cikupa Diringkus saat Hendak Kabur ke Sumatera

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:53

Pelarian AN, 39, pelaku penyiraman air keras terhadap rekan kerjanya di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, berakhir di Pelabuhan Merak.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill