Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Angka kematian akibat penyebaran wabah COVID-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) kini masih terbilang mengkhawatirkan. Sampai-sampai, kini pemerintah setempat terpaksa setiap hari selalu memesan 50 peti jenazah.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus memastikan ketersediaan stok peti dan kantong jenazah.
"Paling tidak saya butuh setiap hari 50 peti jenazah serta kantong jenazah juga," ujar Benyamin, Kamis 8 Juli 2021.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, Benyamin mengaku, pihaknya pun kini harus mencari perajin peti jenazah hingga ke luar wilayah Tangsel.
"Saya sudah koordinasikan dan minta ke Dinas Perkimta untuk ke toko-toko mebel yang bisa memproduksi peti mati. Kami beli itu, karena ada anggaran-nya. Sampai ke Parung Panjang (mencari) itu sudah koordinasi," katanya.
Sementara itu untuk kantong jenazah, Benyamin memastikan ketersediaan masih relatif aman.
"Kalau kantong jenazah, kita sudah memiliki stoknya. Kita juga siapkan APD bagi petugas," tandasnya.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGDinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan seluruh fasilitas teknologi dan infrastruktur digital siap mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews