Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Jasad Putri Yasmin, bocah perempuan berusia 10 tahun yang menghilang akibat terseret aliran Kali Angke di wilayah Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang Selatan, akhirnya berhasil ditemukan.
Jasadnya ditemukan tim SAR gabungan setelah dua hari masa pencarian. Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal pada Senin, 25 Oktober 2021, sekitar pukul 11.00 WIB.
"Berkat sinergitas tim SAR gabungan akhirnya korban bisa segera kita temukan dan langsung kita serahkan kepada pihak keluarga," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Hendra Sudirman.

Jasad korban yang sudah membengkak tersebut, ditemukan tim dalam jarak yang cukup jauh dari titik awal kejadian.
"Korban ditemukan kurang lebih 5 Km dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi menuju ke rumah duka," katanya.
Diduga, jasad korban sempat terselip tumpukan sampah yang mengapung. Korban baru ditemukan ketika tumpukan sampah tersebut berhasil diurai, dan aliran sungai kembali mengalir lancar.

"Ditemukan mengambang sama warga terus mereka laporan ke kita. Indikasinya memang di antara tumpukan sampah. Kemudian tim SAR gabungan mengurai sampah curiganya korban ada di bawah tumpukan sampah," jelas dia.
Sebelumnya, korban perempuan yang masih berusia 10 tahun dinyatakan menghilang usai terseret arus aliran Kali Angke di wilayah Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu, 23 Oktober 2021.
Korban hanyut lantaran terpleset ketika bermain bersama teman-temannya kala itu. Ia tak bisa menyelamatkan diri akibat aliran kali yang cukup kencang.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews