Connect With Us

Tawuran Maut Pelajar di Tangsel Dipicu Ejekan Kalah Adu Futsal 

Rachman Deniansyah | Senin, 13 Desember 2021 | 20:42

Empat remaja yang terlibat dalam tawuran maut antar pelajar yang terjadi di Jalan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu, 8 Desember 2021 lalu. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tawuran maut antarpelajar yang terjadi di Jalan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, ternyata hanya dipicu oleh hal yang sepele. 

Bentrokan yang mengakibatkan satu orang pelajar tewas dengan luka bacok di lengan, bermula dari adanya pertandingan futsal antara kelompok pelajar SMK Islamic Ciputat dengan SMK Islam Ruhama. 

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin mengatakan, perselisihan mulai terjadi ketika kelompok pelajar yang memenangi pertandingan futsal itu mengejek pihak yang kalah. 

Hal itu membuat kelompok yang diejek tersulut emosi. Hingga, mereka mengirimkan pesan yang berisikan ajakan untuk melanjutkan pertandingan itu di jalanan dengan cara tawuran. 

"Berawal dari sparing futsal, dari sana mulai terjadi keributan. Akhirnya mereka sepakat untuk bertemu dan terjadilah perkelahian antara kedua kelompok sekolah. Dari kejadian itu satu orang menjadi korban meninggal dunia," ujar Iman di Mapolres Tangsel, Senin, 13 Desember 2021. 

Namun saat bentrokan itu terjadi, terdapat satu kelompok pelajar dari sekolah lain yang sudah bersiap untuk mengikuti tawuran tersebut. "Ya, jadi mereka bersekongkol," imbuhnya. 

Baca Juga :

Ketika seluruh kelompok pelajar itu sudah berada di lokasi, akhirnya tawuran itu pun pecah dan tak dapat terbendung lagi. Korban berinisial MAA, 16 dibacok, hingga wafat usai sempat mendapat perawatan medis di salah satu rumah sakit di wilayah Ciputat, Tangsel. 

"Korban mengalami luka bacok di lengan kiri. Sebenarnya upaya penyelamatan sudah dilakukan temannya. Namun korban tidak dapat diselamatkan," jelas Iman. 

Namun saat ini, polisi telah menangkap para pelaku. Terdapat tiga remaja yang kini ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berinisial MD, 19, berstatus sebagai pelajar yang sudah drop out (DO), serta  MI, 16, HN, 17, dan SWN, 17, yang kini masih berstatus sebagai pelajar aktif. 

Atas ulahnya itu, keempat pelajar tersebut kini terancam dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara. 

"Mereka disangkakan dengan Pasal 80 ayat 3 UU RI  Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Jo Pasal 170 Ayat 1 dan Ayat 2 ke-3 tentang Kekerasan Anak di Bawah Umur, Jo Pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tutur Iman.

BANTEN
Paguyuban Tionghoa Banten Jajaki Kerja Sama Percepatan Sertifikasi Halal Bersama PHRI

Paguyuban Tionghoa Banten Jajaki Kerja Sama Percepatan Sertifikasi Halal Bersama PHRI

Senin, 21 September 2026 | 21:21

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Banten menjajaki kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mendorong percepatan sertifikasi halal bagi anggota yang bergerak di bidang usaha kuliner.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

KOTA TANGERANG
PLN UP3 Cikokol Temui Wali Kota Tangerang, Bahas Keandalan Listrik dan Kolaborasi

PLN UP3 Cikokol Temui Wali Kota Tangerang, Bahas Keandalan Listrik dan Kolaborasi

Selasa, 22 September 2026 | 08:51

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Senin 21 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill