Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Oknum honorer di Kelurahan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi yang magang di tempatnya bekerja.
Hal itu membuat tiga siswi yang diduga menjadi korbannya mengalami trauma. Ketiga siswi tersebut sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL).
Laporan mengenai kelakuan bejat pegawai pemerintahan itu telah diterima Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel.
"Benar sudah diterima, Jumat kemarin menjelang sore, yang laporin petugas Satgas Kelurahan," ujar Kepala UPT P2TP2A Tangsel, Tri Purwanto saat dikonfirmasi, Rabu, 15 Desember 2021.
Tri mengatakan, ketiga siswi yang menjadi korban merupakan murid sekolah menengah atas di wilayah Tangsel, yang masih berusia di bawah umur.
Usai mendapat laporan itu, P2TP2A langsung terjun ke lapangan mengambil tindakan. "Sekarang kita akan klarifikasi dulu. Besok kita panggil satgasnya tentang kronologi kasusnya, terus si anak-anaknya dan orang tuanya kita minta klarifikasi informasinya terkait kasus itu dan mungkin kalau kita ini pelaku kita panggil," terangnya.
Tri mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan penuh terhadap korban, termasuk dalam hal pelaporan dan pengawalan psikis korban. "Korban pasti trauma. Kondisinya baik ya kalau fisiknya, tapi kalau psikis kan kita belum tahu. Pendampingan sudah kita dijadwalkan," pungkasnya.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGPertandingan pekan terakhir atau jornada ke-34 BRI Super League 2025/26 antara Persita Tangerang melawan Persis Solo dipastikan berlangsung tanpa penonton.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mewaspadai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang diakibatkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews