Connect With Us

Penularan Omicron di Tangsel Meningkat hingga 16 Kasus per Hari Ini

Rachman Deniansyah | Senin, 24 Januari 2022 | 21:45

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mencatat terjadinya kenaikan kasus penularan Covid-19 varian Omicron di wilayahnya.Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar menyampaikan, terdapat total 16 kasus Omicron per Senin, 24 Januari 2022. 

Belasan kasus tersebut, kata Allin, merupakan pasien yang tergolong dalam kasus paparan transmisi lokal. "Seluruhnya ini transmisi lokal. Di luar ini, sebenarnya ada satu lagi kasus lain,  dia pelaku perjalanan luar negeri. Tapi datanya ini ditarik menjadi data pusat," papar Allin saat dikonfirmasi, Senin ini.

Allin menjelaskan, 16 belas pasien ini dinyatakan terpapar Omicron setelah hasil pemeriksaan Whole-genome Sequencing (WGS) mengeluarkan hasil. Namun, kata dia, hampir seluruh pasien Omicron ini tidak memiliki gejala apapun. 

"Jadi kalau melihat saat ini varian yang beredar ini terindikasi Omicron. Karena kan penularannya cepat. Atau kalaupun ada itu gejala ringan, hanya sakit tenggorokan, batuk, pilek. Jadi tidak parah," terangnya. 

Saat ini, lima dari belasan pasien tersebut telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 11 lainnya, masih menjalani masa perawatan. 

"Sisanya isolasi di rumah, dirawat di Hermina Ciputat, dan ada yang dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel tiga orang," tandasnya.

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill