2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Kebakaran Pasar Ciputat, Kota Tangsel yang terjadi sejak Rabu 11 Mei 2022, sore tadi, telah padam. Sampai pukul 19.00 WIB, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan secara total.
Vivi, 40, salah satu pemilik kios di lokasi kebakaran menyampaikan, 150 kios yang ludes terbakar itu terdiri dari lima blok, yakni kios blok sayuran, blok ayam, blok daging, blok gilingan bakso dan blok gilingan siomai.
''Untungnya para pedagang dibantu oleh warga cepat memutuskan sambungan atap biar api tidak merambat, tetapi lima blok itu rata,'' ucapnya.
Terlihat bahan-bahan makanan dari kios berserakan dengan kondisi hangus. Api yang membesar begitu cepat membuat banyak barang-barang dagangan tidak sempat terselamatkan.
Nasrullah, 38, salah seorang warga sekitar mengatakan, bahan bangunan kios tersebut rata-rata terbuat dari kayu. Itu merupakan bangunan yang terbilang cukup lama dan kondisinya rapuh, sehingga menyebabkan api cepat merambat dalam sekejap.
''Kios-kios itu kebakarnya cepat karena materialnya terbuat dari kayu," katanya.
Api meratakan kios-kios tersebut hanya dalam waktu setengah jam. Kebakaran tersebut, diduga berasal dari korsleting listrik. Hingga saat ini belum diketahui jumlah kerugian akibat kebakaran itu.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGPermintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
Insiden mengejutkan terjadi di perairan Merak ketika KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendadak terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews