Connect With Us

Warga Jurang Mangu Timur Tangsel Sering Kebanjiran akibat Pengembang Perumahan

Rahmat Hidayat | Rabu, 18 Mei 2022 | 19:26

Masyarakat Kelurahan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangsel kerap mengalami banjir rutin, sejak enam tahun lalu. (@TangerangNews / Rahmat Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Masyarakat Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merasa kesal mengalami banjir rutin, sejak enam tahun lalu.

Riyan, warga setempat mengaku sejak berdirinya perumahan di sekitar lingkungannya, saluran air menjadi mengecil, sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar.

"Waktu semenjak ada perumahan saja sih, yang tadinya saluran airnya gede jadi kecil, paling cuma pipa. Kemarin kan sempat saluran air gotnya ditinggikan jadi air pada tumpah," kata Riyan, Rabu 18 Mei 2022.

Menurut dia, meski telah ditinjau oleh beberapa pejabat desa namun kondisi banjir menjadi rutinitas setiap kali musim hujan datang.

"Perumahan belum lama, hampir enam tahun. Iya sejak zamannya Pak Lurah Jurang Mangu Timur, sekarang jadi Camat Pondok Aren, Pak Lurah Hendra waktu itu ninjau, Lurah Wahyu ninjau. Masih banjir. Banjirnya agak lama sih surutnya," beber Riyan.

Riyan menyebutkan di RT 04/03 Jurang Mangu Timur, tinggi air tadi saat hujan kurang lebih 80 cm, dan air sudah masuk ke lima rumahnya.

''Saya dan warga sini berharap ke pemerintahan setempat untuk menyampaikan kepada pemerintah kota untuk bertindak, supaya ini warga nggak jadi langganan banjir terus,'' jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sigit Sungkono mengungkapkan, banjir yang terjadi belakangan ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

Menurutnya, lemahnya pengawasan terhadap anggaran pemeliharaan drainase pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel, membuat masyarakat menjadi korbannya.

"Lagi-lagi masyarakat yang dikorbankan. Bagaimana anggaran pemeliharaan Dinas PUPR (sekarang DSDABMBK) untuk drainase-drainase. Kok bisa, drainase mengecil karena pengembang? Ini harus diusut kinerjanya," ujar Sigit.

KOTA TANGERANG
Kebakaran Pabrik Kemenyan di Bayur: 3 Pegawai Sesak Napas, 4 Unit Kendaraan Ikut Ludes

Kebakaran Pabrik Kemenyan di Bayur: 3 Pegawai Sesak Napas, 4 Unit Kendaraan Ikut Ludes

Senin, 20 Juli 2026 | 21:22

Kebakaran hebat melanda pabrik produksi kemenyan dan dupa milik CV Damarindo yang berlokasi di Jalan Raya Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Senin 20 Juli 2026, petang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Komisi VII DPR RI Soroti Industri di Tangerang, Minim Serap Tenaga Kerja Lokal hingga Kerap Cemari Lingkungan

Komisi VII DPR RI Soroti Industri di Tangerang, Minim Serap Tenaga Kerja Lokal hingga Kerap Cemari Lingkungan

Senin, 20 Juli 2026 | 21:12

Komisi VII DPR RI mengkritik keras terhadap sejumlah perusahaan di kawasan industri Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill