Anggota DPRD Tangsel Hajar Wasit yang belakangan diketahui , sang wasit adalah anggota TNI. (Istimewa / TangerangNews 2022)
TANGERANGNEWS.com-Satu video yang menggambarkan tentang perilaku tidak suportif tersebar melalui media sosial. Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi dalam turnamen Sepak Bola ‘Paku Jaya Cup’ pada Jumat 10 Juni 2022, sore tadi.
Diketahui perilaku tersebut dicontohkan oleh anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari Partai Gerindra bernama H Edy Mamat yang berasal dari Dapil Serpong Utara. Dirinya diduga tidak terima dengan keputusan wasit yang memimpin pertandingan sepak bola tersebut karena telah melayangkan kartu merah kepada dirinya.
Edy Mamat yang bermukim di Pamulang itu tampak dalam rekaman video yang tersebar, memberikan bogem mentah kepada wasit yang belakangan diketahui berasal dari kesatuan TNI bernama Eka dari Yon Arhanud. Bukan keluar dari lapangan setelah diusir wasit, Edy Mamat yang mengenakan nomor punggung tujuh itu nekat memberikan hantaman kepada sang wasit.
Lantas Eka yang menjadi juru adil pada pertandingan itu sempat membalasnya dengan tendangan. Setelah itu barulah Edy Mamat diamankan dan beberapa rekan dari sang wasit tampak kesal dengan Edy Mamat. Belum ada konfirmasi yang jelas setelah pertandingan tersebut digelar. Hingga kini TangerangNews masih mencoba mengkonfirmasi terkait hal tersebut.
YesssCredit, perusahaan pembiayaan berizin yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menawarkan program pembiayaan yang mudah kepada masyarakat Tangerang dalam roadshow perdana di Tangcity Mall.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
Warga di sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, dihebohkan dengan seorang pemulung yang sempat tersasar di dalam saluran gorong-gorong, Jumat 6 November 2026, malam.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""