Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Unit II Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap dua kurir narkotika jenis sabu berinisial MF dan HK. Polisi juga menyita 16 kilogram (kg) sabu yang hendak diedarkan ke wilayah Sumatera, Jakarta, dan Tangerang Raya.
Tertangkapnya dua kurir narkoba itu berawal dari tertangkapnya pelaku pengguna narkoba pada awal Oktober 2022.
Lalu, polisi melakukan pengembangan asal usul narkoba tersebut dan diamankan tersangka RW, di wilayah Bekasi, Jawa Barat, dengan barang bukti 500 gram sabu.
"Dari penangkapan tersangka RW, polisi mendapati informasi bahwa narkotika tersebut didapati dari wilayah Dumai, Riau. Dari situ tim bergerak melakukan pengembangan dan mendapati kendaraan Innova hitam yang dicurigai membawa narkoba," jelas Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu, Senin, 31 Oktober 2022.
Selanjutnya, kendaraan innova hitam itu dibuntuti polisi hingga ke kawasan Pekanbaru. Di sana, polisi membekuk tersangka MF dan HK di wilayah Pekanbaru.
"Saat mobil itu berhenti di Pekanbaru, tersangka MF turun dan dilakukan penangkapan terhadap MF dan HK, dengan barang bukti 5 bungkus plastik teh China merk Guanyinwang, di dalam koper," kata Kapolres.
Baca juga: 23 Berandalan Jalanan di Banten Diciduk, Paling Banyak dari Tangerang
Setelah MF dan HK tertangkap, polisi mendatangi rumah pelaku dan mendapati 11 bungkus plastik teh yang sama berisi sabu dengan total berat 11 kg.

"Dari situ kita langsung bergerak, memburu bandar besar yang menyuplai 16 kilogram sabu-sabu ke MF dan HK yang mengaku memperoleh dari bandar berinisial J, di wilayah Dumai. Namun pelaku kabur dan kami tetapkan sebagai DPO," ungkapnya.
Menurutnya, narkoba ini berasal dari Malaysia menuju Dumai, diantar ke Pekanbaru, untuk diedarkan ke wilayah Sumatera, Jakarta, dan Tangerang Raya.
Lihat juga: Polisi Usut Dugaan Pelanggaran 3 Farmasi Kaitan Kasus Gagal Ginjal Akut
Kapolres menegaskan, dengan telah ditetapkannya J, sebagai DPO, pihaknya akan terus memburu pelaku sampai tertangkap.
"Komitmen kita untuk menangkap bandar besarnya, jadi kami tidak berhenti pada dua tersangka ini," jelas Sarly.
Atas perbuatan MF dan HK, polisi menyangkakan keduanya dengan pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2) UU NO.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun, Serta denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews