Connect With Us

Polusi? Tangsel Diselimuti Kabut Pagi Ini 

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 7 November 2023 | 18:17

Kondisi kabut di Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Selasa, 07 November 2023. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Sejumlah wilayah di Tangerang Selatan (Tangsel) diselimuti kabut tebal seperti berada di Puncak Bogor pagi ini, Selasa, 07 November 2023. 

Tampak kabut tebal menyelimuti gedung-gedung tinggi di Tangsel, bahkan cukup mengganggu jarak pandang saat berkendara. Salah satunya seperti di Stasiun Rawa Buntu, Ciater, Serpong, Setu, dan kawasan BSD.

Namun, belum diketahui pasti apakah hal itu benar-benar kabut atau justru polusi udara yang kembali melanda Tangsel.

"Tangsel rasa puncak," kata warganet dikutip dari tangsel.info.

"Pagi-pagi polusi parah atau kabur? masa sih, ini pertama kali liat setelah 5 tahun tinggal di sini," ucap warganet lainnya.

"Ini kabut apa asap?," timpal warganet.

Sementara itu, berdasarkan Indeks Kualitas Udara (AQI) tingkat polusi udara pada 7 November 2023 tercatat sebesar 155, yang diklasifikasikan sebagai "Tidak Sehat."

Salah satu polutan utama yang menjadi perhatian adalah PM2.5, partikel udara halus dengan diameter kurang dari 2.5 mikrometer. Pada saat tersebut, konsentrasi PM2.5 di Tangsel mencapai 62.5 µg/m³, yang 12.5 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tangsel juga berada di peringkat ketiga dalam peringkat kota Indonesia berdasarkan AQI secara real-time, dengan AQI sebesar 155. Peringkat ini memberikan gambaran mengenai tingkat polusi udara di seluruh Indonesia.

Tingkat AQI yang mencapai "Tidak Sehat" seperti ini memerlukan tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan. Berikut adalah beberapa rekomendasi yang dapat diikuti:

1. Hindari Aktivitas Outdoor: Terutama bagi individu yang termasuk dalam kelompok sensitif, seperti anak-anak, orang tua, dan penderita penyakit pernapasan, disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan.

2. Tutup Jendela: Memastikan bahwa jendela di rumah dan kendaraan tertutup untuk mencegah masuknya udara luar yang kotor.

3. Kenakan Masker: Menggunakan masker yang sesuai dapat membantu melindungi diri dari partikel-partikel udara berbahaya.

4. Penyaring Udara: Jika memungkinkan, mengaktifkan penyaring udara di dalam ruangan dapat membantu membersihkan udara yang dihirup.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

BANTEN
Belanja APBD Banten Baru Terserap 35 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan

Belanja APBD Banten Baru Terserap 35 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:11

Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten hingga pertengahan tahun 2026 masih tergolong rendah. Hingga akhir semester pertama, realisasi belanja daerah tercatat baru mencapai sekitar 35 persen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill