Connect With Us

Pembagian Aset Bermasalah, Belasan Korban Investasi Bodong Indra Kenz Geruduk Polres Tangsel

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 18 Desember 2023 | 20:47

Para korban penipuan investasi bodong Binomo menggeruduk Mapolres Tangsel, Senin 18 Desember 2023, siang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sekitar belasan korban penipuan investasi bodong Binomo dengan terpidana Indra Kesuma alias Indra Kenz, menggeruduk Markas Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Senin 18 Desember 2023, siang.

Kedatangan mereka terkait dengan masalah pembagian aset milik Indra Kenz sebagai ganti rugi yang berjalan tidak transaparan.

Mereka telah melaporkan pengurus lama Perkumpulan Traider Indonesia Bersatu (PTIB) atas masalah tersebut ke Polres Tangsel. Kini mereka menuntut agar polisi mengusut laporan tersebut.

Para korban yang diwakili Leo Chandra sebagai ketua baru PTIB menemui perwira polres dan berdiskusi sekitar 15 menitan. Saat selesai melakukan pertemuan, ia pun menemui korban-korban lainnya.

Leo Chandra mengatakan, pengurus PTIB lama tidak koperatif dalam menyerahkan aset-aset korban. Pihaknya sudah melayangkan somasi dan meminta secara baik-baik, sehingga langkah terakhir mereka membuat laporan polisi di Polres Tangsel.

"Jadi maksud kedatang kami untuk mendesak Polres Tangsel untuk segera memproses laporan teradap pengurus PTIB lama," tegasnya.

Leo menceritakan awal mula pergantian kepengurusan PTIB karena para korban tidak diberikan hak bicara. Grup yang berisikan 144 korban itu dibungkam.

"Kalau kami melawan kebijakan melawan pengurus, kami diancam, dana kami akan ditahan dan dibagikan ke negara. Makanya kami ganti pengurus," katanya.

Leo menyebut penjualan aset pun diduga dipermainkan. Ia mencontohkan mobil Tesla dari harga Rp400 juta yang diserahkan negara, namun hanya sekitar Rp375 juta yang dibagikan ke para korban. 

"Begitu pula dengan jam tangan maupun mobil Ferrari. Harusnya itu ditranfer ke rekening PTIB resmi. Tapi Ini ditransfer dulu ke rekening pengurus lama, baru ke rekening PTIB. Kenapa berbelit seperti ini?" ucapnya.

Pihaknya juga menyoroti penjualan aset tanah di Alam Sutra yang menurutnya dipermainkan. Tak ada transparansi dalam pembagian aset tersebut.

"Saat ini yang kami minta dalam laporan polisi, total aset ada Rp26 miliar. Bentuk aset berupa tanah, hingga HP serta jam tangan. Kami minta diserahkan oleh pengurus lama," tegas Leo.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TANGSEL
Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08

Kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill