3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com-Gardu trafo PLN di Jalan Jenderal Sudirman, Sektor 09 Bintaro Jaya, RT 07/01, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meledak, Jumat 24 Februari 2024.
Agus, security setempat, mengatakan ia dikagetkan dengan percikan api dan ledakan pada gardu PLN Bintaro yang berada di area halaman Total Buah Supermarket Bintaro.
"Awalnya lagi hujan, saya lihat ada asap keluar dari gardu, tidak lama berselang gardu tersebut mengeluarkan api ditambah ledakan yang cukup keras," katanya.
Ledakan tersebut sempat membuat konsumen dan warga setempat panik. Kemudian pihak PLN dan Damkar datang ke lokasi untuk mengamankan gardu tersebut.
"Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa atau kerugian lain, mobil yang parkir dekat gardu juga berhasil diamankan," jelas Agus.
Kapolsek Polsek Pondok Aren Polres Metro Tangsel Kompol Bambang Azkar Sodiq membenarkan telah terjadi ledakan gardu listrik di wilayah Bintaro.
Berdasarkan laporan warga, gardu mengeluarkan asap sekitar pukul 17.20 WIB. Dari kejadian tersebut, petugas langsung melakukan lokalisir Gardu 182 terdampak.
"Diduga ada indikasi percikan api, terdapat luka pada kabel single core TR pada saat terkena percikan air hujan sehingga terjadi korsleting yang menimbulkan kabel terbakar," ujarnya.
Petugas PLN dan anggota Polsek Pondok Aren datang ke lokasi kejadian sekitar 20 menit. Petugas PLN langsung memperbaiki trafo tersebut dan listrik sudah kembali normal.
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews