Connect With Us

Warna Pink Jadi Ciri Khas Rama-Shinta di Pilkada Tangsel, Ini Maknanya

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 17 September 2024 | 20:22

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel Ruhamaben dan Shinta meluncurkan warna pink dan #TangselBanget sebagai identitas kampanye mereka, Senin 16 September 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel Ruhamaben dan Shinta (Rama-Shinta), resmi meluncurkan warna pink sebagai identitas kampanye mereka.

Menurut Ruhamaben, warna pink bukan sekadar pilihan estetis. Dipilihnya warna ini sebagai simbol dari semangat Kreatif, Relijius, dan Modern.

“Warna ini melambangkan kreativitas dan semangat muda yang segar. Kami ingin membawa energi positif dan inovasi baru untuk Tangsel,” ujarnya saat peluncuran Warna Pink dan Hastag #TangselBanget, Senin 16 September 2024.

Warna pink juga dinilai hangat, ramah, dan menyatukan, seperti visi mereka untuk merangkul semua lapisan masyarakat.

Kreatif mewakili semangat inovasi, menciptakan solusi baru untuk masalah lama. Relijius menjadi fondasi penting yang menyeimbangkan antara kreativitas dan modernitas, dengan nilai-nilai etika dan moral yang kuat.

Sementara itu, Modern berarti membangun Tangsel yang maju, beradaptasi dengan perkembangan zaman, tapi tetap mengakar pada nilai-nilai lokal.

“Kreativitas itu perlu, tapi harus tetap terarah oleh nilai-nilai relijius. Kita mau membangun kota yang inovatif dan modern, tapi tetap diisi oleh kebaikan dan moral yang kuat,” jelas Ruhamaben.

Shinta menambahkan bahwa pink juga melambangkan kebahagiaan dan keseimbangan.

“Kalau kita bisa membawa kebahagiaan dan keseimbangan, terutama untuk keluarga-keluarga di Tangsel, maka semua elemen masyarakat akan ikut merasakan dampaknya. Warna pink ini mewakili semangat itu,” katanya.

Selain itu, pasangan ini juga mengusung hashtag #TangselBanget yang merepresentasikan keberadaan keduanya yang merupakan putra putra asli Tangsel.

Keduanya lahir dan besar dalam suasana masyarakat Tangsel, sehingga sangat memahami kebutuhan warga Tangsel. 

#TangselBanget juga membawa spirit perubahan untuk Tangsel yang lebih baik, sehingga program-program pemerintah kota ke depan, harus mengedepankan kepentingan kemajuan warganya.

Hal ini juga mewakili visi Rama - Shinta yang ingin menjadikan Tangsel sebagai daerah yang Maju Kotanya, Sejahtera Warganya.

Dadang Darmawan, Ketua DPD PKS Tangsel sekaligus didaulat sebagai kapten Tim Pemenangan Rama-Shinta menjelaskan, dengan kombinasi semangat warna pink dan hashtag #TangselBanget, pasangan ini siap membawa perubahan besar untuk Tangsel.

"Kami mengajak seluruh warga untuk bergabung dan mendukung kampanye mereka yang segar, positif, dan penuh solusi," ujarnya.

OPINI
Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Senin, 12 Januari 2026 | 20:30

Kemiskinan tidak pernah benar-benar netral. Ia punya wajah, dan sering kali wajah itu adalah perempuan. Ketika kemiskinan terjadi, perempuan biasanya menjadi pihak yang paling dulu mengalah, paling lama bertahan, dan paling sedikit didengar.

BANTEN
Pemprov Banten Mulai Bangun 2 Sekolah Rakyat, Ditarget Selesai Agustus 2026

Pemprov Banten Mulai Bangun 2 Sekolah Rakyat, Ditarget Selesai Agustus 2026

Senin, 12 Januari 2026 | 21:50

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memulai pembangunan dua Sekolah Rakyat di Lebak dan Pandeglang. Proyek ini direncanakan berjalan cepat dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill