Connect With Us

Korban Dugaan Pelecehan Seksual di SMK Waskito Bertambah Jadi 3 Orang

Yanto | Jumat, 9 Mei 2025 | 15:54

Yayasan Pendidikan Waskito, Ciputat, Kota Tangsel, Rabu 7 Mei 2025. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Fakta baru kasus dugaan pelecehan seksual yang menggemparkan SMK Waskito di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terungkap, Jumat 09 Mei 2025.

Diketahui, jumlah korban dalam kasus ini tidak hanya satu, melainkan mencapai tiga orang. Ironisnya, terduga pelaku tetap sama, seorang siswa senior yang duduk di bangku kelas XII, yang seharusnya menjadi pelindung bagi adik-adik kelasnya.

Kuasa hukum salah satu korban yang telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, Abdul Hamim Jauzie, menyampaikan fakta baru itu diketahui berdasarkan aduan yang diterimanya.

Hamim memastikan ada tiga siswi yang menjadi korban tindakan asusila oleh siswa senior tersebut. 

"Korban yang menghubungi kami itu ada tiga orang. Tapi yang resmi melapor baru satu gitu ya," ungkap Hamim usai pertemuan dengan pihak sekolah.

Ia menambahkan, informasi yang ia terima mengindikasikan bahwa jumlah korban sebenarnya bisa lebih banyak, namun mereka takut untuk Speak up.

Hamim memberikan semangat dan dukungan penuh kepada para korban, terutama bagi mereka yang belum berani melaporkan kejadian traumatis ini.

Ia meyakinkan para korban tidak perlu takut untuk mengungkap kebenaran dan siap mengawal kasus ini hingga tuntas. 

"Tapi kalaupun tidak melaporkan, sebenarnya cukup satu melaporkan, yang lain bisa menjadi saksi kan begitu. Pelakunya satu," jelas Hamim. 

Ia juga memastikan seluruh korban adalah adik kelas dari terduga pelaku, yang berasal dari kelas X dan XI.

Dalam pertemuan dengan pihak sekolah, Hamim menyampaikan kekecewaan mendalam dari pihak korban atas penanganan awal kasus ini. 

Salah satu kekecewaan utama adalah pihak sekolah dinilai lambat dalam memberikan informasi kepada orang tua korban, mengenai kejadian pelecehan yang menimpa anak mereka. 

"Meminta sebenarnya penjelasan dari pihak sekolah ya terkait kerasaan seksual yang terjadi begitu. Dan kami mewakili korban sudah sampaikan berapa kekecewaannya. Pertama misalnya pihak sekolah tidak pernah memberitahukan kepada orang tua," tutur Hamim prihatin.

Hamim juga menilai sikap pihak sekolah terlalu lemah dan lembek dalam menyikapi kasus yang sangat serius ini. 

Ia menyoroti adanya kejanggalan di mana pihak sekolah justru mendengarkan keterangan dari orang tua terduga pelaku terlebih dahulu, bahkan dengan didampingi pengacara. 

"Ini kekecewaan lagi juga ya, pihak sekolah terlalu lemah, terlalu lembek kepada teradu. Nah ini kan sesuatu yang lucu, kenapa justru pelaku dulu yang didengar. Seharusnya korban dulu, korban maunya apa. Seharusnya seperti itu," beber Hamim dengan nada heran.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel Tri Purwanto memastikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat, untuk memberikan pendampingan dan konseling kepada seluruh korban, termasuk dua korban lain yang belum melapor secara resmi. 

"Akhirnya kami memanggil atau memberikan konseling kepada yang dua orang ini dan sekarang sedang dilakukan di kantor kita, dua korban ini," ucap Tri.

Ia menambahkan pihaknya juga telah menghubungi ibu kedua korban, untuk memastikan kesiapan mereka menjalani konseling.

Tri Purwanto yang turut hadir dalam pertemuan di sekolah menyampaikan bahwa seluruh pihak telah bersepakat bahwa proses hukum akan terus berjalan tanpa ada intervensi. 

"Kita sepakat, proses hukumnya tetap berjalan, sekolah mendukung penuh proses hukumnya. Jadi jika nanti dokumen apapun untuk mendukung proses hukum, sekolah siap. Siap kooperatif, membantu proses hukumnya," ungkap Tri. 

Sementara itu, status terduga pelaku saat ini telah dikeluarkan (DO) dari sekolah.

Namun, demi menjaga hak pendidikannya, terduga pelaku masih diperbolehkan mengikuti pembelajaran dan ujian akhir.

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

TANGSEL
Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:54

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill