Connect With Us

PSI Tangsel Minta Pembongkaran Bangli di Ciputat Utamakan Kondusivitas

Yanto | Selasa, 24 Juni 2025 | 17:41

Anggota DPRD Kota Tangsel Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Steven Jansen saat mendampingi Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan di lokasi pembongkaran puluhan bangunan liar, Selasa 23 Juni 2025. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Penertiban bangunan liar di kawasan Roxy, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Tangsel Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Steven Jansen.

Dalam orasinya yang disampaikan langsung di lokasi penertiban pada Senin 23 Juni 2025, Steven menyatakan dukungannya terhadap proses penegakan aturan. Namun ia juga menyerukan agar semua pihak tetap menjaga kondusivitas.

"Saya minta Bapak Ibu untuk tetap kondusif karena petugas yang hadir di sini sedang menjalankan tugasnya. Mereka bukan datang untuk menyakiti, tapi untuk menegakkan aturan," ujar Steven Jansen kepada warga yang hadir di lokasi, Selasa 23 Juni 2025.

Steven menegaskan dirinya tidak pernah mendukung keberadaan bangunan liar yang dijadikan tempat hiburan lantaran tidak memiliki fungsi jelas atau bahkan melanggar hukum. 

Ia juga menolak segala bentuk pembiaran terhadap aktivitas ilegal di ruang publik, terlebih yang berdampak buruk terhadap masyarakat sekitar.

"Saya tidak akan pernah mendukung ada rumah hiburan, apalagi kalau tidak ada isinya, tidak jelas fungsinya. Penertiban ini harus dimaknai sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam menjaga ruang kota yang sehat dan tertib," tegasnya.

Penertiban kawasan Roxy Ciputat ini disebut sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangsel menata kawasan yang selama ini diduga menjadi titik rawan pelanggaran izin dan tata ruang. 

Selain soal perizinan, kawasan ini juga kerap dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas yang dinilai negatif oleh warga sekitar.

Steven juga menyampaikan agar masyarakat memberi kesempatan kepada petugas untuk menjalankan kewajibannya, tanpa perlu melakukan perlawanan atau tindakan yang dapat memperkeruh suasana.

"Saya harap Bapak Ibu bersabar dan tidak melakukan tindakan yang kontraproduktif. Ini demi kebaikan bersama," tambahnya.

Kawasan Ciputat, terutama di sekitar Roxy, telah menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir karena munculnya sejumlah tempat hiburan malam hingga prostitusi yang berdiri di atas lahan milik Pemkot Tangsel.

Pemkot Tangsel melalui lintas dinas berupaya mengambil langkah tegas dengan melakukan inventarisasi bangunan yang tidak sesuai peruntukan.

Langkah ini didukung oleh sejumlah legislator, termasuk Steven Jansen yang dikenal vokal dalam isu-isu tata ruang dan ketertiban umum di Tangsel.

"Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah memastikan bahwa setiap proses penegakan aturan tetap berpihak pada kepentingan publik dan berlangsung secara adil," tutup Steven.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

OPINI
Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Senin, 26 Januari 2026 | 18:51

Suatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill