Connect With Us

Balita 4 Tahun Tewas Dibanting di Ciputat Ternyata Kerap Disiksa Orang Tuanya

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 8 Agustus 2025 | 18:05

Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang saat konferensi pers kasus kekerasan terhadap balita hingga tewas, Jumat 8 Agustus 2025. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Balita 4 tahun berinisial MA, yang tewas akibat di banting ayah kandungnya di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangrang Selatan (Tangsel) ternyata kerap mengalami kekerasan fisik dari kedua orang tuanya.

Usai kematian korban, pada Jumat 25 Juli 2025, Kepolisian mengungkap bahwa korban sudah enam kali mendapat penyiksaan.

“Kami menerima laporan dari warga sekitar yang mencurigai adanya tindakan kekerasan. Setelah penyelidikan dan autopsi jenazah, ditemukan bekas luka lama dan baru di tubuh korban. Ini bukan kejadian sekali, tapi berulang,” ujar AKBP Victor Inkiriwang  Kapolres Tangsel dalam konferensi pers, Jumat 8 Agustus 2025.

Orang tua korban berinisial AAY, 26, dan FT, 25, mengaku melakukan kekerasan karena karena puteranya sering berkata kasar. Puncaknya, korban dibanting oleh AAY saat sedang berada di toko apotek tempat FT bekerja.

"Korban ngomong seperti 'mati aja lu babi' kepada ibunya. Selanjutnya, AAY yang mendengar langsung melakukan kekerasan, korban dibanting ke dalam kardus kulkas," jelas Kapolres.

Usai dibanting, korban sempat mutah air kemudian muntah darah. Korban sempat disuapi makan namun tidak mau, sampai kembali mendapat kekerasan.

"Akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia, saat dibawa ke rumah sakit," ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan kekerasan dengan alasan tersebut tak dapat dibenarkan dan justru memperberat tuduhan mereka.

Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis seperti Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 44 Ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT.

"Ancaman pidana maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," ungkapnya.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan rumah tangga dan menjadi sorotan publik serta lembaga perlindungan anak.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan jika melihat tanda-tanda kekerasan terhadap anak.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

TEKNO
Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Buruan Daftar, Program NextDev ke-12 Cari Inovasi AI Solusi Isu Sosial dan Lingkungan

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38

Di tengah tantangan penurunan pendanaan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia yang tercatat merosot hingga 94,8 persen sepanjang rentang 2021–2025, Telkomsel kembali menghadirkan angin segar bagi para pengembang teknologi nasional.

KAB. TANGERANG
Musang Sampai Kera di Kabupaten Tangerang Divaksin Rabies

Musang Sampai Kera di Kabupaten Tangerang Divaksin Rabies

Senin, 12 Oktober 2026 | 19:12

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) memberikan layanan Vaksinasi Rabies Gratis bagi hewan peliharaan warga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill