Connect With Us

Warga Bangun Jalan Pakai Uang Sendiri Jadi Polemik, Pengembang Alam Sutera Keberatan

Yanto | Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:54

Syukron Makmun, Lurah Paku Alam, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Pembangunan jalan beton dengan dana swadaya warga di Kampung Kandang Sapi, Kelurahan Paku Alam, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai polemik.

Sebab, akses jalan tersebut masih milik pengembang Alam Sutera. Sementara pembangunan dilakukan tanpa izin sehingga mendapat keberatan pihak pengembang.

“Pihak pengembang menyampaikan keberatan karena pembangunan dilakukan tanpa izin resmi. Namun, bila ada koordinasi yang baik, Alam Sutra pada dasarnya tidak menutup akses bagi kebutuhan masyarakat selama belum ada proyeksi pembangunan di lahan tersebut,” ujar Syukron Makmun, Lurah Paku Alam di kantornya, Kamis 28 Agustus 2025.

Syukron menjelaskan lahan yang dipakai merupakan milik PT Alfa Goldland Realty, anak usaha Alam Sutra Group.

Melalui surat resmi bernomor 358.EM/AS-AGR/VIII/25 dengan perihal Surat Keberatan Pekerjaan Jalan Beton, PT Alfa Goldland Realty menegaskan bahwa pihaknya menyayangkan tidak adanya permintaan izin terlebih dahulu dari warga.

Surat yang ditandatangani oleh Andri Tedy, selaku Township Department Head, menegaskan bahwa area tersebut sah milik PT Alfa Goldland Realty.

Dalam forum mediasi antara warga, pihak kelurahan dan pengembang, Rohman Ketua RW 03 Kampung Kandang Sapi menyampaikan permohonan maaf karena pembangunan jalan beton dilakukan tanpa koordinasi sebelumnya. 

Pihak RW juga menyatakan siap mengikuti keputusan bersama terkait penggunaan lahan.

“Memang ada keinginan dari pihak pengembang agar bangunan yang sudah berdiri dibongkar, tapi juga dibicarakan adanya solusi terbaik bagi warga. Soal bentuk partisipasi dari Alam Sutra, masih menunggu tindak lanjut,” tambah Lurah Paku Alam.

Sampai berita ini diturunkan, mediasi masih berlanjut untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Warga berharap ada jalan tengah, sementara pengembang menekankan pentingnya koordinasi dan penghormatan terhadap kepemilikan lahan.

KAB. TANGERANG
Gagal Gasak Motor di Cikupa, Pelaku Curanmor Todongkan Senpi saat Hendak Dikejar Warga

Gagal Gasak Motor di Cikupa, Pelaku Curanmor Todongkan Senpi saat Hendak Dikejar Warga

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:18

Sebuah video rekaman CCTV memperlihatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang menodongkan senjata api (senpi) saat aksinya dipergoki warga di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 6 Februari 2026.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

BISNIS
Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:35

Jaringan ritel material konstruksi di bawah naungan PT Mitra Baja Cemerlang (MBC), Mitra Besi Baja (MBB) resmi membuka cabang keduanya di Serpong, Kota Tangerang Selatan.

PROPERTI
Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill