Connect With Us

Simak Cara Beli e-Materai Lewat Online untuk Dokumen Digital

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 18 November 2022 | 13:24

Ilustrasi e-Materai. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kemajuan teknologi yang amat pesat telah merubah beberapa aktivitas surat menyurat dan keperluan dokumen penting menjadi serba digital.

Dahulu, ketika membuat surat yang memerlukan materai di dalamnya, harus repot-repot terlebih dahulu untuk mencetak dokumen fisik tersebut kemudian baru ditempelkan. Namun, kini dengan hadirnya e-materai, bisa langsung ditempel pada dokumen elektronik.

Berdasarkan Undang Undang No 11 Tahun 2008 (UU ITE) pada Pasal 5 ayat (1) yang menyebutkan, bahwa dokumen elektronik merupakan alat bukti hukum yang sah.

Atas hal itu, kini kedudukan dari dokumen elektronik pun menjadi sejajar dengan dokumen kertas. 

Mengutip dari pikiranrakyat.com, Jumat 18 November 2022, Objek Bea Materai dikenakan atas dokumen yang dibuat sebagai alat untuk menerangkan mengenai suatu kejadian yang bersifat perdata, dan dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.

Dokumen yang bersifat perdata tersebut meliputi:

 

1. Surat Perjanjian, surat keterangan/ pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya;

2. Akta notaris beserta grosse, Salinan, dan kutipanya;

3. Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah beserta salinan dan kutipannya;

4. Surat berharga dengan nama dan bentuk apapun;

5. Dokumen transaksi surat berharga, termasuk dokumen transaksi kontrak berjangka, dengan nama dan bentuk apa pun;

6. Dokumen lelang yang berupa kutipan risalah lelang, minuta risalah lelang, Salinan risalah lelang, dan grosse risalah lelang.

Selain itu, untuk dokumen lainnya yang menyatakan jumlah uang dengan nominal lebih dari Rp5 juta meliputi dokumen, dengan menyebutkan penerimaan uang dan dokumen yang berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah meluncurkan e-materai sejak Oktober 2021 yang lalu. Adapun berikut ini untuk cara pembeliannya:

 

1. Buka laman pos.e-meterai.co.id

2. Klik menu "BELI E-METERAI"

3. Lakukan login dengan memasukan email dan password, jika baru pertama kali, maka klik "Daftar di sini"

4. Pilih tipe pemilik akun dan lanjutkan dengan unggah KTP

5. Lanjutkan dengan pengisian data diri dan unggah dokumen

6. Masukan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS untuk proses validasi

7. Setelah validasi, lakukan pembelian e-meterai sesuai keinginan

Selain melalui situs, pembelian meterai elektronik juga bisa dilakukan dengan mendatangi kantor cabang Bank BUMN dan bank swasta. Meterai juga didistribusikan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill