Connect With Us

Kolaborasi dengan NEC, TwoSpaces Hadirkan Teknologi Smart Check-in Hotel di Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 15 Maret 2023 | 22:56

Hotel Zena at Mozia BSD Serpong yang telah menggunakan fitur Smart Check-in, Rabu 15 Maret 2023. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-TwoSpaces, startup hospitality pada kegiatan sewa menyewa termasuk perhotelan berkolaborasi dengan PT NEC Indonesia, perusahaan teknologi biometrik, meluncurkan fitur Smart Check-in.

Melalui teknologi ini, tamu bisa check-in sendiri tanpa perlu repot ke resepsionis atau menggunakan kunci kamar secara manual seperti pada hotel biasanya. 

Fitur ini sudah diterapkan pada hotel-hotel di sejumlah kota, seperti Jakarta, Malang, Palembang, Sidoarjo, Surabaya, termasuk Tangerang.

CEO TwoSpaces Ronni Sofrani mengatakan, fitur ini juga memungkinkan tamu melakukan self Check-in sebelum tiba di hotel, layaknya proses web Check-in yang telah lama hadir di dunia penerbangan.

Fitur ini pun memudahkan para pemilik dan operator hotel untuk meminimalisir karyawan yang menangani check-in sehingga SDM dapat dialokasikan ke fungsi lainnya.

"Jadi membuat check-in proses menjadi lebih accountable, dan juga mengurangi antrian kedatangan serta waiting time untuk tamu," katanya saat konferensi pers di Kantor TwoSpaces, Ruko Casca de Parco, BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu 15 Maret 2023.

Tak hanya itu, fitur ini juga dilengkapi dengan fitur eKYC untuk pengecekan tamu termasuk pengecekan blacklist guest, pengecekan KTP, pembuatan akses berupa kode pintu atau kartu akses kamar.

"Juga adanya log report untuk audit penggunaan akses tersebut di masing-masing pintu kamar. Jadi untuk mencegah penyalahgunaan pada fitur ini," jelas Ronni.

Dalam waktu dekat, fitur ini akan dilengkapi dengan artificial intelligence yang dapat mengidentifikasi bila ada kecurigaan terhadap penggunaan akses secara tidak wajar atau fraud.

Adapun cara penggunaan fitur ini sangat mudah. Penyewa dapat memesan kamar lewat aplikasi TwoSpaces di Android atau IOS. Setelah memilih kamar dan melakukan pembayaran melalui transfer, penyewa akan mendapat kode akses khusus untuk membuka pintu hotel.

Sementara itu, Presiden Direktur NEC Indonesia Joji Yamamoto mengatakan dari segi keamanan fitur ini pun sangat menjamin.

Melalui teknologi pengenalan wajah NEC dengan akurasi tinggi, mendukung proses verifikasi calon penyewa untuk meminimalkan risiko pemilik unit dan penghuni lainnya, terhadap penyewa yang memiliki rekam jejak buruk atau bahkan pernah melakukan tindakan kriminal sebelumnya.

"Dengan menggabungkan teknologi pengenalan wajah kelas dunia NEC dengan aplikasi TwoSpaces yang inovatif, kami ingin menciptakan pengalaman baru yang mudah, aman, dan fleksibel dalam konsep kehidupan yang cerdas dan terintegrasi," ujarnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

NASIONAL
Ini 7 Pengembang Besar yang Terlibat Proyek MRT Kembangan-Balaraja

Ini 7 Pengembang Besar yang Terlibat Proyek MRT Kembangan-Balaraja

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:37

PT MRT Jakarta resmi menggandeng tujuh pengembang properti besar untuk menjajaki pengembangan MRT lintas Timur–Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill