Connect With Us

Inspiratif, Cerita Abah Dindin Pendiri Yayasan Kumala Naungi dan Didik Anak-anak Jalanan

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 15 Juni 2024 | 22:08

Abah Dindin saat menerima penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Dindin Komarudin, akrab dikenal sebagai "Abah Dindin," telah mendirikan rumah singgah bernama "Yayasan Kumala" sejak tahun 2004 untuk membantu anak-anak jalanan. 

Yayasan ini tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga menyediakan pendidikan non-formal dengan mengajarkan keterampilan membuat kerajinan dari barang bekas yang bisa dijual.

Tak hanya itu, para anak jalanan juga diajarkan cara membuat kertas daur ulang dan menjalankan program bank sampah untuk masyarakat sekitar.

Abah Dindin sering melibatkan anak-anak binaannya dalam program-program yang bermanfaat bagi komunitas. Salah satu program yang sukses adalah bank sampah, yang telah berkolaborasi dengan 180 organisasi dan memberdayakan komunitas pemulung di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Abah Dindin mendidik anak-anak binaannya, mengembangkan kreativitas mereka, dan meningkatkan kemampuan intelektual mereka. 

Pria asal Bandung ini aktif mengajarkan pendidikan moral, kepemimpinan, serta ilmu pengetahuan umum, termasuk pelatihan pengelolaan sampah. 

Berkat dedikasinya, 97 anak dari Yayasan Kumala kini berhasil memberikan pelatihan kepada 13 ribu orang dari instansi pemerintah, komunitas, maupun perusahaan swasta.

Alasan kuat bagi Abah Dindin untuk mendampingi anak-anak jalanan bermula ketika pada tahun 2000, ia baru pindah dari Bandung ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, ia sering mengunjungi rumah singgah di Pondok Kopi, Jakarta Timur, dan Pademangan, Jakarta Utara. 

Di sana, ia terkesan oleh empati anak-anak jalanan yang berbagi makanan dengannya meskipun mereka sendiri hidup dalam kesederhanaan. Hal ini menginspirasi Abah Dindin untuk mendidik mereka.

Usaha Abah Dindin selama bertahun-tahun dalam mendidik anak jalanan membuahkan hasil. Banyak pihak, termasuk instansi pemerintahan, BUMN, dan perusahaan swasta, bekerja sama untuk mengembangkan program keberlanjutan yang sejalan dengan visi Yayasan Kumala.

Atas dedikasinya, Abah Dindin menerima penghargaan Kalpataru pada 2023 dan 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam kategori "Pembina Lingkungan." 

"Berkat dukungan semua pihak, stigma negatif tentang anak jalanan kini mulai berubah. Dari sini saya yakin tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi kalau kita bersama," ujar Abah Dindin usai menerima penghargaan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat belum lama ini.

Kesuksesan Abah Dindin tidak lepas dari dukungan PT ABM Investama Tbk (ABMM) dan anak perusahaannya. 

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menjadikan Yayasan Kumala sebagai salah satu mitra Corporate Social Responsibility (CSR) untuk program-program berkelanjutan yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Beberapa program yang telah dilakukan ABM Grup bersama Yayasan Kumala antara lain pembinaan anak-anak jalanan dan pengumpulan kertas bekas perusahaan untuk didaur ulang oleh Yayasan Kumala menjadi produk bernilai jual seperti buku agenda dan tas kertas.

Bersama salah satu anak usahanya, PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), mereka juga mendaur ulang palet kayu sisa produksi untuk dimanfaatkan oleh anak binaan Yayasan Kumala menjadi produk bernilai.

Ke depannya, ABM Grup dan Yayasan Kumala berencana terus bekerja sama dalam program-program berkelanjutan lainnya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

KAB. TANGERANG
Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill