Connect With Us

Innalilahi, Wapres Ke-9 Hamzah Haz Tutup Usia

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 24 Juli 2024 | 14:18

Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Wakil Presiden (wapres) ke-9 Republik Indonesia, Hamzah Haz dikabarkan tutup usia pada Rabu, 24 Juli 2024 di Klinik Tegalan, sekira pukul 09.30 pagi tadi.

"Innalilahi wa innailaihi raji'un. Dr. KH Hamzah Haz Wafat," tulis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam akun Instagram resminya, @dpp.ppp.

Dilansir dari NU Online, Hamzah Haz merupakan seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang lahir pada 15 Februari 1940 di Ketapang, Kalimantan Barat. 

Semasa muda, ia aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Hamzah Haz pernah bekerja sebagai wartawan dan terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota DPR. 

Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari tahun 1998 hingga 2007. 

Selain itu, Hamzah Haz pernah menduduki posisi sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) dalam Kabinet Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 

Puncak karier politiknya tercapai ketika ia menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri untuk periode 2001-2004. 

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill